

Penjualan baju bekas layak pakai atau thrift
JAYAPURA– Penjualan baju bekas layak pakai atau thrift di Kota Jayapura menjelang Lebaran 2026 tidak seramai saat momen Natal. Hal ini dipengaruhi pola belanja masyarakat yang merayakan Idulfitri, yang cenderung memilih membeli baju baru dibandingkan baju bekas.
Sebagian besar pembeli lebih memilih berbelanja di toko maupun melalui pemesanan daring. Untuk perempuan dan remaja, pakaian yang banyak dicari adalah gamis, sementara laki-laki dan anak-anak biasanya memilih baju koko yang identik dengan nuansa busana Islami saat Lebaran.
Samrudin, karyawan di Wan Thriftstuff Taman Imbi, Kota Jayapura, mengatakan penjualan baju bekas menjelang Lebaran memang tidak seramai saat menjelang Natal. “Kalau menjelang Natal biasanya pengunjung meningkat cukup banyak, karena yang membeli berasal dari berbagai kalangan, terutama masyarakat non muslim yang merayakan Natal. Tapi menjelang Lebaran, pembeli baju bekas cenderung biasa saja,” ujarnya, Senin (16/3).
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…