

Mendagri Tito Karnavian. (Istimewa)
Dari Rapat Fiktif, Tunjangan Ganda, dan Perjalanan Dinas Siluman
JAKARTA– Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kembali menyoroti borok lama dalam tata kelola keuangan daerah. Di balik laporan keuangan yang terlihat rapi, Mendagri menemukan masih banyak praktik pemborosan yang justru merugikan rakyat.Mulai dari rapat berulang tanpa hasil, perjalanan dinas fiktif, hingga tunjangan yang dibayar berlebihan semuanya menjadi potret klasik inefisiensi birokrasi.
Menurut Tito, sebagian besar kebocoran muncul dari pengeluaran birokrasi dan operasional pegawai. Ia mencontohkan, rapat yang seharusnya cukup dua kali bisa dibuat sepuluh kali, hanya untuk menghabiskan anggaran. Begitu pula dengan perjalanan dinas yang dilakukan berkali-kali tanpa urgensi.
“Kegiatan birokrasi sering kali jadi ajang pemborosan yang justru menjauh dari tujuan pelayanan publik,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Tak hanya itu, Tito menyinggung anggaran pemeliharaan yang kerap dinaikkan tanpa alasan logis. Ia menilai banyak daerah lebih fokus pada kegiatan seremonial ketimbang efisiensi program.Dalam pandangannya, kepala daerah seharusnya berani memangkas aktifitas yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat.
Page: 1 2
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…