

JAKARTA– Sekretariat Nasional Forum Strategis Pembangunan Sosial (FORES) melalui Bidang Politik dan Pemerintahan menggelar Diskusi Series #4 dengan mengangkat tema “Menyoal Keamanan Pemilu Tahun 2024”.
Diskusi kali inin menghadirkan narasumber Akademisi sekaligus Peneliti Center for Strategic Policy Studies SKSG – Universitas Indonesia, Marlon Kansil melalui zoom meeting, Sabtu (11/11).
Marlon mengatakan, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang akan jatuh pada tanggal 14 Februari 2024 nanti, masih banyak catatan-catatan penting untuk perbaikan demokrasi Indonesia. Pemilu dianggap sebagai sarana untuk memilih pemimpin selama lima tahun kedepan.
Melalui itu, Marlon mengungkapkan ada empat faktor yang dapat mempengaruhi keamanan Pemilu, (1) Faktor Keinginan (intention), (2) Faktor Kapasitas (capacity), (3) Faktor Kondisi (circumtsances) dan (4) Faktor Kerentanan (vulnerability).
Marlon juga mengatakan, Faktor intensitas mempengaruhi gaya politik Indonesia yaitu yang dulunya berteman dan sekarang menjadi rival politik, bahwa suasana politik masih sangat dinamis. Rivalitas politik tersebut dapat kita baca misalnya 5 tahun yang lalu nasionalis vs fundamentalis dan sekarang nasionalis vs nasionalis. Faktor Intensitas tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.
“Mengacu pada perkembangan keamanan 5 dan 10 tahun lalu yang diproyeksikan hari ini, bahwa intensitas ini tidak hanya dipengaruhi dari dalam negeri tetapi ada pengaruh dari luar negeri untuk memberi amunisi terhadap dinamika politik Indonesia masuk pada level ektrem, dan faktor intensitas ini dimiliki juga oleh Partai Politik, baik secara pribadi maupun organisasi, yang terstruktur maupun non-struktur,” kata dia.
Lebih lanjut, Marlon mengungkapkan bahwa selain faktor intensitas ada juga faktor kapasitas, bahwa kapasitas dapat memberi manifestasi terhadap gangguan keamanan Pemilu 2024, karena faktor tersebut dapat dipersiapkan untuk menggagalkan dan mengganggu proses Pemilu 2024.
“Saya yakin persiapan-persiapan atau faktor kapasitas kaitannya dengan keamanan Pemilu 2024 itu bisa saja terjadi, misalnya melalui Surat Suara, TNI ataupun POLRI. Tetapi saya melihat bahwa persiapan-persiapan itu seluruh kontestan baik yang terlihat maupun tidak terlihat dapat menjalankan upaya itu,” ungkapnya.
Menurut Intelijen, lanjut Akademisi Univeritas Indonesia itu, kapasitas ini akan mampu mengecek siapa kawan dan siapa lawan dan itu juga bisa mengganggu.
Marlon juga menjelaskan, faktor ketiga yaitu Faktor Kondisi (circumtsances). Faktor tersebut akan memberi space atau peluang-peluang yang dapat dilakukan oleh para aktor politik maupun non-aktor politik, dilakukan dengan cara disengaja maupun tidak disengaja sehingga peluang-peluang atau space tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam proses Pemilu 2024 mendatang.
Page: 1 2
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…