Categories: NASIONAL

KM Umsini Terbakar di Makassar

Awal Api dari Ruang Mesin,  Ribuan Penumpang Selamat

MAKASSAR – Hari masih pagi benar, sekitar pukul 05.30 Wita. Edi, seperti ribuan penumpang KM Umsini lainnya, masih terlelap saat tiba-tiba terdengar suara ledakan. Sontak pria warga Kenjeran, Surabaya, itu bangun. Dan, segera sadar bahwa ada kebakaran di kapal yang dia tumpangi. ”Kapal dari Kupang mau ke Surabaya. Kejadiannya saat posisi sudah sandar (di Pelabuhan Makassar),” ujar Edi kepada FAJAR saat ditemui di Pelabuhan Makassar kemarin (9/6).

Kapal milik PT Pelni yang berangkat dari Kupang dengan tujuan Surabaya itu mengangkut 1.084 penumpang. Seluruh penumpang dinyatakan selamat.

Kebakaran bisa dipadamkan sekitar empat jam kemudian atau pukul 09.30. Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Yudi Frianto membenarkan bahwa kebakaran terjadi di dalam ruang mesin. Meski begitu, kepastiannya tetap menunggu hasil penyelidikan.

”Untuk sumber api, kami belum tahu, nanti dicek,” ujar Yudi ditemui saat meninjau langsung KM Umsini yang terbakar.

Yudi mengungkapkan, saat kejadian, personelnya langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi para penumpang. Ada penumpang yang mengalami luka-luka akibat benturan karena panik ingin keluar dari kapal.

”Tadi sempat panik, ada satu korban luka, stres ada dua. Yang satu karena sesak napas, satunya lagi karena stres melompat dari tangga. Namun, semuanya sudah ditangani dengan baik di rumah sakit angkatan laut,” katanya.

Untuk barang-barang, lanjut dia, kepolisian akan menjaganya dengan ketat. Mereka juga menunggu koordinasi dengan pihak Pelni terkait teknis pengambilannya.

Sementara itu, Plt Kepala Cabang PT Pelni Makassar Andi Esse menjelaskan, semua penumpang dipastikan tetap melanjutkan perjalanan sesuai tujuannya. ”Namun, untuk penumpang yang tidak ingin melanjutkan perjalanan, kami mengakomodasi pembatalan tiket 100 persen,” ucapnya.

Bagi yang ingin melanjutkan perjalanan, penumpang harus menunggu sampai datangnya kapal baru yang akan mengantar mereka ke tujuan Surabaya. Sembari menunggu, PT Pelni menyediakan tempat di dalam Pelindo.

Dari informasi internal, kata Andi, kebakaran terjadi 10 menit sebelum kapal berangkat. Ketika itu, semua penumpang sudah ada di dalam.

”Penumpangnya sudah naik. Lalu, 10 atau 15 menit sebelum berangkat, ada kepulan asap di cerobong sekitar pukul 05.30 Wita. Teman-teman dari ABK (anak buah kapal) dengan sigap melakukan pemadaman dengan memakai APAR ringan. Kemudian pukul 05.40 Wita, ada kepulan asap lagi di dek penumpang,” bebernya.

Usia kapal tersebut, lanjut dia, kurang lebih 30 tahun. ”Tapi, kapal kami itu setiap tahun menjalani perawatan. Tim dari PT Pelni pusat selalu memantau kondisi kapal seperti apa, baru kami berangkat,” imbuhnya.(maj-edo/c7/ttg)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

9 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

17 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

18 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

20 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

21 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

22 hours ago