Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menuturkan, dominasi UMKM terhadap ekonomi Indonesia sangat besar. Bank tentu melakukan kurasi terhadap sektor yang potensial. Agar bankable, tentu UMKM membutuhkan proses dan track record. ’’Memang tidak mudah. Tapi, kita sudah rangkul beberapa UMKM sebagai pilot project, kita coba roll out. Ini memang proyek jangka panjang, tapi kami serius,’’ ucapnya.
Hingga semester I 2024, kredit UKM BCA naik 12,7 persen year-on-year (YoY) hingga menyentuh Rp 114,4 triliun. Menurut Jahja, permintaan kredit UMKM agak lesu. Sejalan dengan kondisi makro ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja.
Mengingat, pembiayaan digunakan pelaku usaha sebagai modal kerja. Ketika produksi ekspansif, permintaan kredit akan banyak. Namun sebaliknya, saat pesanan produksi tidak ada, tidak butuh pembiayaan. ’’Kondisi alamnya tidak memungkinkan untuk agresif. Kredit itu harus melihat kondisi makro situasi juga. Kalau bagus, pencet gas. Kalau memang kurang bagus, permintaan juga nggak ada (permintaan). Jadi, kredit itu bergantung modal kerja. Kalau nggak ada kerjaan atau menurun kerjaannya, mereka nggak perlu tambahan kredit, bebernya. (han/c7/dio)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
BTM bersama tim akan menjalankan tugas pengarah bersama PGIW Papua, pengurus FK PKB di tiga…
Kondisi laut yang tidak bersahabat ini membuat para nelayan memilih untuk mengamankan aset mereka daripada…
Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura merencanakan penambahan luas lahan TPU Dosay sekitar 5 hektare…
Ia tak menampik bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan terkait pelanggaran HAM yang belum sepenuhnya…
Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sebuah hal yang lumrah. Dimana lima region lainnya dibelahan…
General Manager Bandara Internasional Sentani, I Nyoman Noer Rohim, mengatakan, berdasarkan data operasional bandara, jumlah…