

1-dukono
SOLO– Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memakan korban jiwa. Tiga pendaki dilaporkan tewas, termasuk dua WNA asal Singapura, setelah terjebak material vulkanik saat gunung meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi. Selain korban tewas, lima pendaki lainnya mengalami luka-luka akibat erupsi dahsyat yang menyemburkan abu vulkanik hingga mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam insiden Erupsi Gunung Dukono tersebut. “Iya, tiga meninggal dunia, yaitu dua warga Singapura dan satu warga lokal kelahiran Jayapura,” ujar Erlichson di kutip dari ANTARA, Jumat (8/5). Menurutnya, proses evakuasi korban masih berlangsung dan menghadapi kendala serius akibat aktivitas vulkanik susulan yang masih terjadi di kawasan Gunung Dukono.
“Masih dilakukan evakuasi oleh tim gabungan Polres, BPBD, dan Basarnas,” katanya. Ia menjelaskan, saat erupsi terjadi terdapat sekitar 20 pendaki berada di kawasan gunung. Mereka terdiri dari sembilan WNA dan sebelas warga lokal. Selain tiga korban tewas, satu pendaki lainnya dilaporkan masih hilang dan belum berhasil ditemukan hingga Jumat sore. “Satu korban hilang, upaya evakuasi masih terkendala karena masih adanya letusan dari gunung yang membahayakan tim,” ungkapnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut informasi mengenai korban WNA tewas masih terus diverifikasi bersama Basarnas dan instansi terkait. Tim SAR gabungan hingga kini terus melakukan penyisiran di area pendakian Gunung Dukono untuk mengevakuasi para pendaki yang berada dalam situasi darurat akibat meningkatnya aktivitas vulkanik.
Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mencatat Erupsi Gunung Dukono terjadi sekitar pukul 07.41 WIT. PVMBG menjelaskan erupsi disertai dentuman lemah hingga kuat dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 34 mm serta durasi letusan mencapai 967,56 detik. “Kolom erupsi yang diamati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak,” tulis PVMBG dalam laporan resminya.
Page: 1 2
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…
BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…
Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…
Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…
Di tengah tuntutan pemenuhan hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…