

Ilustrasi. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
JAYAPURA-Situasi keamanan di sejumlah wilayah konflik di tanah Papua kembali menjadi sorotan menyusul meningkatnya kekerasan bersenjata yang berdampak langsung pada masyarakat sipil. Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua menilai konflik bersenjata yang berlangsung hingga kini belum ditangani secara serius oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten Yahukimo dan Intan Jaya terus menimbulkan korban dari kalangan warga sipil, baik orang asli Papua maupun pendatang. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pendekatan penyelesaian konflik yang mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil.
Theo menilai selama ini masyarakat sipil kerap menjadi korban dalam konflik bersenjata yang melibatkan kelompok bersenjata dan aparat keamanan. Ia menyebut berbagai profesi, seperti guru, pengusaha, pengemudi ojek, hingga pekerja bangunan, tidak luput dari dampak kekerasan tersebut.
Anthon mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung dan meminta Kapolri mengambil langkah hukum…
Plt Kepala Dinas Kesehatan Esau Rudianto Aibesa, S.KM. M.Kes menyatakan Dinas Kesehatan menyarankan masyarakat menggunakan…
Kebakaran tersebut dipicu dari vegetasi tumbuhan yang mengering karena musim kemarau. Penanganan Karhutla tersebut telah…
Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Fajar Muhammad Dirgantara, menjelaskan, dari total beras yang didatangkan tersebut, sekitar…
Polda Papua Tengah resmi mengusulkan peningkatan status Polres Nabire dan Polres Mimika dari Kepolisian Resor…
Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, mengungkapkan bahwa penangkapan pertama terjadi pada Selasa,…