Categories: NASIONAL

Dari Sampah, Konflik Warga hingga Pembunuhan

Saat ribut itu diduga korban sempat memukul ayahnya sehingga sang ayah emosi dan menombak korban. Korban disebutkan tewas usai terkena tombak.

“Sempat terjadi baku pukul dulu,” sambung Vicky. Hanya sayangnya ketika berita ini dikonfirmasi ke pihak kepolisian hingga berita ini ditulis belum mendapat respon. Namun  foto-foto korban yang bersimbah darah sudah beredar lebih dulu di media sosial.

Warga saat tumpah ruah di Jembatan Yotefa hingga sepanjang Jl Holtekam saat malam pergantian tahun 1 Januari 2026. (Foto: Jimi/Cepos)

Sementara sentral berkumpulnya warga di Kota Jayapura ternyata mengambil lokasi di Jempata Yotefa hingga Pantai Holtekamp.

Masyarakat berkumpul mulai pukul 21.00 WIT dan memenuhi badan jembatan hingga tetjadi kemacetan yang mengular. Puluhan polisi dikerahkan untuk memperlancar laju kendaraan dan melakukan pengamanan di sepanjang jembatan. Namun dibalik keindahan dan keseruannya  pesta malam tahun baru ternyata menyisakan banyak sampah dimana-mana.

Asap tebal putih pekat dan aroma tak sedap dihirup warga secara tidak langsung disetiap sudut Kota pada puncak malam pergantian tahun. Ternyata menyimpan amarah dari segelintir orang yang tidak suka dengan aroma dan kembang api. Karena secara tidak langsung setiap letupan kembang api yang menawarkan keindahan di langit namun membuat polusi udara.

“Bukannya tidak suka, ini juga sudah menjadi tradisi setiap pergantian tahun. Tetapi sangat disayang, oknum orang justru membuang sampah sembarang tempat. Tindakan seperti ini turut menyumbangkan sampah di Kota Jayapura,” kata Ali, rga Kota Jayapura.

Ketua Rumah Bakau Jayapura, Rahmatullah juga menutur serupa. “Agak disayangkan memang tapi  itulah kebiasaan setiap tahun yang belum banyak berubah,” katanya.

Pegiat lingkungan Rumah Bakau Jayapura mencoba mengumpulkan sampah sisa malam tahun baru.

Ia mengatakan pagi hari di 1 Januari kemarin ia dan komunitasnya melakukan Grebek Sampah awal tahun di Jembatan Yotefa. Rumah Bakau menemukan sampah sisa mercon besar sebanyak 800 buah, mercon kecil 230 buah dan kembang api  200 buah.

“Ini menjadi program tahunan kami dimana akhir tahun kami melakukan evaluasi sekaligus kampanye Akhir Tahun Tanpa Racun dan lebih memilih menanam pohon disaat udara dikotori kemudian paginya membersihkan sisa pesta dan hasilnya itu tadi,” beber Rahmatullah. Warga lain juga mengeluh.

“Tadi sempat sesak nafas, tetapi tidak terlalu karena cium bau asap kembang api. Alhamdulillah sudah menghilang setelah kumpulan asap mulai menghilang,” ungkap Fitri. Ia mengkawatirkan sisa-sisa kembang api menjadi sampah yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan. Jadi tidak hanya mengotori udara tapi juga tanah bahkan air. (jim/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Partisipasi Meningkat, Jadi Sarana Promosi dan Penguatan Kapasitas Pelaku UMKM Sagu

Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…

7 hours ago

Akses Banti-Kimbeli Terputus Akibat Longsor

Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…

8 hours ago

Aparat Antisipasi Aksi 1 Mei

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…

8 hours ago

Ketua Komisi II DPRP Buka Suara Terkait Pengungkapan Kasus BBM Subsidi

Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…

9 hours ago

Siapa Lebih Kuat, Garudayaksa Atau Adhyaksa?

Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…

9 hours ago

SMKN 3 Merauke Larang Siswanya Bawa HP ke Sekolah

Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…

10 hours ago