Categories: NASIONAL

Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi tenggat waktu satu tahun kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk memperbaiki citra dan kinerja lembaga. Ancaman pembekuan kembali muncul setelah Presiden Prabowo disebut tidak puas terhadap persepsi publik yang semakin negatif.

Informasi itu disampaikan Purbaya usia RDP dengan Komisi XI 27 November 2025. Ia menyebut dalam rapat internal bersama jajaran Bea Cukai bahwa nilai kepercayaan publik dan pimpinan negara berada pada titik kritis. Dengan demikian pembenahan dianggap mendesak. Pemerintah memberi ruang satu tahun sebagai periode evaluasi sebelum mengambil langkah lebih ekstrem.

Jika dalam periode tersebut perubahan tidak signifikan, pemerintah membuka opsi untuk mengalihkan fungsi pengawasan kepabeanan kepada pihak ketiga, seperti era Orde Baru. Skema ini pernah diterapkan ketika layanan ekspor-impor dikendalikan oleh Société Générale de Surveillance (SGS) dari Swiss.Model serupa sebelumnya diberlakukan pada 1980-an ketika pemintah menilai praktik korupsi di Bea Cukai telah mengakar. Berdasarkan catatan sejarah, pelanggaran kala itu melibatkan pegawai, jaringan penyelundupan, dan budaya kerja yang permisif.

Setelah lembaga dibekukan dan digantikan layanan SGS, proses administrasi menjadi lebih efisien dan penerimaan negara meningkat. Bea Cukai kemudian diaktifkan kembali pada awal 2000-an ketika pemerintah menilai struktur pengawasan dan regulasi sudah lebih siap. Purbaya menegaskan bahwa langkah pembekuan bukan pilihan ideal. Ia mengisyaratkan keinginan mempertahankan DJBC sebagai lembaga negara, namun dengan syarat adanya perubahan sistemik, termasuk reformasi teknologi, prosedur layanan, dan integritas internal.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Harusnya Kerja MRP Dipublis dan Lebih Transparan

Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…

2 days ago

Dua Kapal Nelayan Indonesia Dibakar Tentara PNG

Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…

2 days ago

Setelah Botak, Kini Aibon

Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…

2 days ago

Rahasia Tasbih Alam: Mengapa Manusia Tak Mampu Mendengarnya?

Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…

3 days ago

Warga Disarankan Tak Berenang di Pantai Holtekamp

Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…

3 days ago

Ratusan Nelayan Ditangkap Otoritas PNG dan Australia Merupakan Urusan Pusat

Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…

3 days ago