Pdt. Sientje menambahkan, ciri hidup manusia yang hidup terang adalah hidup dalam kasih seperti Kristus. Sebagaimana Kristus mengasihi manusia dengan memberi diri-Nya seutuhnya bahkan mati di kayu salib.
Di samping itu, Pdt. Sientje menyebutkan sudah terjadi perubahan besar hingga di usia GKI ke-67 tahun ini. Hal ini ditandai banyaknya Gereja GKI namun tidak terpecah-pecah, tetap satu dalam Sinode GKI di Tanah Papua.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Nawa Wirway, Pdt. Wurlim Wik Termas dalam sambutannya mewakili Sinode GKI di Tanah Papua memaparkan kondisi pelayanan. Selain itu ia mengajak semua warga GKI berkomitmen tetap 1 sinode di tengah maraknya isu pemekaran wilayah di Tanah Papua.
“Waspada terhadap ajaran sesat dan Okultisme dan menjaga hubungan Oikumene dengan sesama denominasi gereja serta bijak dalam menghadapi kemajuan teknologi digital, supaya dapat menopang pekerjaan dan pelayanan serta hindari dampak-dampak negatif,” ujarnya.
Dirinya juga mengingatkan kepada seluruh umat untuk bijak menghadapi pesta demokrasi serentak yang akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang.
“Tetap menjaga persekutuan dan kebersamaan dalam menghadapi pesta demokrasi, beda pilihan tidak boleh merusak hubungan persaudaraan dan persekutuan. Terus berdoa bagi kedamaian dan keadilan di Tanah Papua,” pesannya. (eri/ary)
Page: 1 2
Konflik di Timur Tengah yang disebabkan oleh serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel terhadap…
Kapal yang dioperasikan perusahaan Safeen Prestige tersebut tiba-tiba mengalami ledakan hebat sebelum akhirnya tenggelam ke…
Penjelasan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa Ramadan tersebut merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan…
Kejadian pada Minggu (8/3) malam itu akhirnya ramai menyedot perhatian publik. Dalam video siaran langsung…
Sejumlah titik yang terdampak adalah Kali Acai dan kawasan Pasar Youtefa, Distrik Abepura serta Organda,…
Pelaku berinisial AJW tersebut kini diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Merauke untuk…