Categories: METROPOLIS

Orangtua Wajib Gunakan Bahasa Ibu Berkomunikasi di Rumah

JAYAPURA– Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Jayapura,  Grace Yokhu mengatakan, keberadaan bahasa ibu atau bahasa daerah di sejumlah kampung di Kota Jayapura sudah mulai terancam punah. 

Apabila ini tidak dijaga kelestariannya, maka bukan tidak mungkin bahasa-bahasa Ibu ini sudah tidak ada lagi yang menggunakannya. Artinya bahasa itu benar-benar punah.

Karena itu dia meminta kepada para orang tua yang ada di rumah untuk selalu menggunakan bahasa ibu atau bahasa daerah apabila menjalin komunikasi dengan anak-anaknya di rumah.

Menurutnya gerakan untuk pelestarian bahasa daerah ini sudah dimulai dari tingkat pusat sampai dengan daerah.

  “Sekarang kita mulai dengan bahasa Tobati, tapi sebenarnya 8 bahasa yang ada di Kota Jayapura ini sudah mulai terancam semua.  Ini karena penutur aktifnya banyak yang meninggal kemudian terjadi kawin campur.  Kemudian orang tua berbicara kepada anak cenderung menggunakan bahasa Indonesia,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Dinkes Kabupaten Jayapura Perkuat Layanan Rujukan dengan Empat Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…

49 minutes ago

Ada Yang Berjuang Puluhan Tahun Mencari Pekerjaan

Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…

2 hours ago

Jaga Kamtibmas, Polsek Kawasan Bandara Lakukan Sosialisasi

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…

3 hours ago

Pemkot Bisa Beri Kebijakan bagi Wajib Pajak Selama Tidak Langgar Aturan

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…

4 hours ago

Arthur Viera: Persipura Bukan Sekadar Klub

Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…

11 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

12 hours ago