Selain itu, Dinas Pertanian Provinsi Papua akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama di wilayah dengan potensi sagu besar seperti Mamberamo Raya, Waropen, Sarmi, serta Kabupaten dan Kota Jayapura.
Ia menegaskan, pengembangan sagu akan berjalan seiring dengan program pertanian lainnya, termasuk cetak sawah rakyat dan peremajaan sawit, tanpa mengabaikan pangan lokal.
“Komoditas pangan lokal seperti sagu tidak kami tinggalkan. Justru kami terus mendampingi petani agar bisa berkembang dan memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap sagu tidak hanya menjadi identitas pangan lokal, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya orang asli Papua (OAP). (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…
Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…
Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…
Perjalanan karier Asker Nazhafaliev di sepak bola profesional terbilang relatif singkat dan tidak diwarnai nilai…
Ketua panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan bahwa pertandingan play-off promosi Persipura versus…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi nonton bareng (nobar) pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada…