Nilai-nilainya harus terus dilestarikan. Baik itu budayanya, bahasanya simbol-simbolnya, seninya dan lain sebagainya. “Tetap harus dilestarikan. Itu bagian dari yang terus dilakukan oleh pemerintah dengan mendorong, keberadaan masyarakat adat di wilayah Kota Jayapura. Baik yang ada di Port Numbay, di wilayah teluk maupun yang ada di wilayah tepi Danau Sentani di dua kampung ini,”ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kota Jayapura, Makzi L. Atanai menjelaskan, pembangunan rumah ondoafi itu dibiayai sepenuhnya melalui anggaran dana Kampung Yoka, termasuk kelengkapan interior rumah adat tersebut.
Rumah ini dibangun dengan konsep modern, namun tidak meninggalkan nuansa adat dan budaya Kampung Yoka. “Pemerintah dan pemerintah Kampung bersinergi bersama-sama sehubungan dengan penguatan masyarakat adat, mana yang dilakukan oleh Kampung dan mana yang dilakukan oleh pemerintah kota. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Juru bicara (Jubir) PN Jayapura, Rahmat Selang, S.H., M.H mengatakan pada sidang pertama kali digelar,…
Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura mencatat penanganan tujuh kasus narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026.…
Menurutnya, dalam periode tersebut terjadi penurunan jumlah warga sebanyak 3.425 orang. Di sisi lain, terdapat…
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Papua menyebut 128 produk usaha mikro, kecil, dan menengah…
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil,…
Ahli waris tanah adat Emmaleuw Bhelle, Daud Felle, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang membuka…