Categories: METROPOLIS

Adat Jangan Lagi Gadaikan Kesulungan

Ketua MRP, Timotius Murib.

JAYAPURA – Majelis Rakyat Papua (MRP) rupanya ikut melihat perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat adat beberapa waktu terakhir. Tak bisa dipungkiri banyaknya orang luar yang datang ke Papua dengan tujuan tertentu lebih memilih menggandeng adat sebagai pintu masuk. Mirisnya kedatangan pihak luar ini dengan sejumlah embel – embel atau bisa dibilang bingkisan menarik yang akhirnya masyarakat adat juga tergoda. Dan sebagai bentuk penghargaan kepada pihak pemberi bingkisan ini akhirnya   diberikanlah pengakuan-pengakuan atau julukan kepada orang tersebut.

 Nah MRP meminta hal-hal seperti ini tak lagi dilakukan oleh masyarakat adat karena bagaimanapun juga yang namanya gelar,  julukan dari satu kelompok suku atau masyarakat adat tertentu tak bisa diberikan untuk orang luar yang bukan dari kelompok yang sama. “Ini karena gelar tersebut sudah turun temurun diberikan oleh nenek moyang dan menjadi jati diri bagi masyarakat suku atau kelompok tersebut. Gelar adat ini tak elok diberikan kepada pihak yang tak ada kaitannya dengan suku tersebut,” beber Ketua MRP, Timotius Murib. 

 Begitu pula bila ingin diberikan kepada sosok dalam satu kelompok juga harus ada penilaian dan pertimbangan yang matang karena namanya gelar harus dilihat dari rekam jejak dan kontribusi yang sudah dilakukan. “Bisa dibilang jika bicara gelar adat atau julukan ini sudah bicara soal kesulungan atau jatidiri tadi. Jangan karena ada orang luar datang kemudian diberikan begitu saja. Lalu setelah itu orang tersebut pergi dan tak kembali lagi sehingga terkesan mudah sekali mendapat pengakuan. Kami minta masyarakat adat memahami ini,” tegas Timotius.

 Senada disampaikan John Gobay, Sekretaris II Dewan Adat Papua yang melihat kondisi serupa. “Saya beberapa kali melihat itu (pemberian gelar) dan saya geli. Orang luar ini datang mau apa dan sudah bikin apa sampai harus dihargai dengan status adat. Sudah banyak terjadi dimana kerena kepentingan sesaat misalnya politik akhirnya gelar – gelar ini diberikan. Dengan kita menerima dengan tangan terbuka itu sudah menghargai, tak perlu menggadaikan kesulungan lagi,” sindirnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Astamaops Kapolri  Tekankan Pendekatan Humanis

Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…

16 minutes ago

KPK dan Kejati Papua Perkuat Sinergi Cegah Korupsi

   Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…

45 minutes ago

Jaga Biosekuriti, Karantina Papua Tengah Awasi Pengeluaran 604 Ton CPO ke Surabaya

Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…

1 hour ago

Keselamatan Pasien yang Utama, Masalah Adminitrasi Jangan Jadi Penghambat

  Sejak April 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura tersebut menjalankan Program Jaminan Direktur,…

2 hours ago

Dituduh Mencuri Logistik, Seorang Pria Tewas Ditikam di Dermaga Pomako

Hanya berselang 15 menit setelah insiden, Tim Babat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika yang…

2 hours ago

Setelah Pusat Giliran Daerah Sowan Sowanan

Kajati Papua Jefferdian mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang secara rutin dilakukan secara bergantian…

3 hours ago