Categories: BERITA UTAMA

Reuni di Pantai Hamadi, Seorang Remaja Diduga Diperkosa

Iptu Jahja Rumra, SH., MH ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Bereuni di Pantai Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, sekelompok remaja yang berjumlah 8 orang diganggu orang tidak dikenal, Kamis (28/3) malam.

Informasi lapangan yang diperoleh Cenderawasih Pos menyebutkan, 8 remaja yang bereuni itu terdiri dari 7 perempuan dan 1 laki-laki. Saat asyik bereuni di Pantai Hamadi, mereka didatangi dan diganggu orang tak dikenal yang berjumlah 12 orang.   

Diduga, delapan remaja ini dipukul oleh pelaku sementara satu orang remaja putri diduga diperkosa. Pelaku juga diduga membawa dua orang korban menggunakan mobil  dan satu orang dilempar di Pos 1. Satu korban lainnya diduga masih dibawa pelaku. 

Adapun korban yang dibuang di Pos 1 ini, sudah berada di Polsek. 

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra, SH., MH., menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih menerima laporan berupa kasus pengancaman dari salah satu korban yang berjumlah delapan orang tersebut.

“Ada informasi dugaan pemerkosaan, namun belum dilaporkan oleh korban hingga saat ini. Anggota sedang mencari tahu alamat korban dugaan pemerkosaan tersebut untuk membuat laporan agar dipastikan kejadian tersebut benar atau tidak,” ungkap Jahja Rumra kepada Cemderawasih Pos, Jumat (29/3).

Menurut Iptu Jahja, korban dugaan pemerkosaan belum datang melapor ke kantor Polisi dimungkinkan mengalami trauma atau ketakutan. Namun Jahja meminta korban untuk datang melapor ke Kantor Polisi.

“Polisi akan bertindak sesuai dengan Laporan Polisi yang ada, berdasarkan hukum karena kita tidak bisa asal tangkap orang,” ucap Jahja.

Pelaku kata Jahja diduga lebih dari satu orang dan dalam penyelidikan Polres Jayapura Kota.

Terkait dengan kejadian tersebut, Jahja mengimbau masyarakat terutama para remaja putri untuk tidak membuat acara hingga larut malam di tempat yang sepi dan tempat terbuka. Sebab, itu dapat mengundang kejahatan.

“Kalau mau buat acara usahakan di tempat yang ramai dan silakan membuat surat pengamanan sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi. Dan orang tua tetap mengawasi dan memantau anak mereka,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

43 minutes ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

2 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

3 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

4 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

6 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

7 hours ago