

dr. Aaron Rumainum ( FOTO: Yewen/Cepos)
JAYAPURA- Pasca pemberian vaksin perdana kepada Presiden Joko Widodo, cara penyuntikan menjadi viral, baik di media sosial maupun di masyarakat. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menjelaskan bahwa terdapat 3 cara penyuntikan vaksin/imunisasi.
Cara pertama adalah intrakutan, yang artinya di dalam kulit. Penyuntikan dengan cara intrakutan ini memiliki sudut jarum suntik sebesar 15 derat, sebagaimana kala memberikan vaksin BCG yang disuntik dengan dosis 0,05 cc pada bayi baru lahir sampai kurang dari 1 bulan untuk mencegah tuberkulosa berat pada bayi dan balita.
“Cara kedua yaitu subkutan, yang artinya suntikan di bawah kulit. Vaksin disuntik dengan arah jarum membentuk sudut 30 – 45 derajat dengan permukaan kulit, seperti halnya kala menyuntik vaksin MR (campak rubella) dengan dosis 0,5 cc pada lengan kiri atas,” jelas dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Jumat (29/1) kemarin.
Cara ketiga adalah intra muskuler, yang artinya suntikan di dalam otot. Dengan cara ini, jarum suntik membentuk sudut 60 – 90 derajat dari permukaan kulit, seperti pada penyuntikan vaksin DPT – HB – HiB (Difteri – Pertusis – Tetanus – Hepatitis B – Hemophilus Influenza Tibe B) dengan dosis 0,5 ml pada paha untuk bayi dan anak di bawah usia 36 bulan, serta pada lengan kanan atas untuk anak usia 36 bulan ke atas.
“Demikian, suntikan vaksin Sinovac dilakukan secara intramuskuler pada lengan kiri atas. Yang kami suntik sekarang ini adalah otot. Jadi suntiknya itu harus 90 derajat dan dalam, seperti juga diberikan pada pemberian vaksin DT (Difteri – Tetanus) pada anak kelas 1 SD dan vaksin TD (Tetanus Difteri) pada anak kelas 2 dan kelas 5 SD, serta pada wanita usia subur (15-49 tahun),” tambahnya. (gr/ary)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…