Categories: METROPOLIS

Sekolah Anak Hebat Papua Pamerkan Hasil Kreatifitas Karyanya

JAYAPURA-Melalui kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), ratusan siswa-siswi dari tingkat TK Paud SD dan juga PKBM yang belajar di sekolah anak hebat Papua melaksanakan kegiatan pameran pendidikan.  Kegiatan ini dilaksanakan di terminal Tipe A, Entrop, Senin (27/11).

Kepala SD Anak Hebat Papua, Susana Maria Kapero, mengatakan dari tiga sekolah yang ada di sekolah anak hebat Papua itu masing-masing mengusung kegiatan  yang berbeda, hanya saja pelaksanaannya dikolaborasikan secara bersama-sama.

“Sebenarnya ini adalah kegiatan kolaborasi dari 3 sekolah.  Sekolah anak hebat Papua itu mulai dari PAUD, SD dan kelompok PKBM,” ujar  Susana Maria Kapero.

Untuk SD sendiri melalui kegiatan Edu Fair atau pameran pendidikan yang  masih ada hubungannya dengan proyek P5 sebagaimana implementasi kurikulum Merdeka belajar.  Anak-anak memamerkan,  karya-karya ilmiah mereka.  Tidak saja dipamerkan, mereka juga harus menjelaskan.  Karya-karya yang dibuat itu merupakan media-media pembelajaran,  yang dibuat dari bahan-bahan bekas. Karya-karya yang mereka hasilkan itu berkaitan dengan pelajaran yang mereka belajar selama satu semester.

“Yang kita tekankan bukan di masalah kreativitas anak,  tapi kita tekankan bagaimana anak mengerti dan paham bahwa tema P5 yang kita pilih adalah gaya hidup berkelanjutan,”jelasnya.

Itu keterkaitannya dengan lingkungan mulai dari masalah sampah,  ketika mereka paham gaya hidup berkelanjutan dan sampah berpengaruh kepada lingkungan, maka mereka berusaha untuk bagaimana mendaur ulang sampah itu. Mereka kaitkan dengan pembelajaran, makan dibuatkanlah media-media untuk mereka belajar dari sampah-sampah itu.

“Karya-karya itu banyak dibuat dari botol-botol bekas kertas-kertas bekas,” katanya.

Sementara itu,  untuk anak-anak usia dini atau PAUD, mereka mengangkat tema Market Day. Di mana anak-anak PAUD mengolah bahan-bahan makanan,  kemudian memasarkan hasil olahannya.  Sementara itu untuk PKBM ada banyak hasil karya dari warga belajar yang mereka pasarkan juga.

“Inti dari kegiatan ini khusus untuk anak-anak di tingkat PAUD, mereka bisa meningkatkan kreativitas anak dan kaitannya dengan memperingati hari anak sedunia.” Tandasnya.

Dalam kaitannya dengan itu anak-anak dituntut untuk berkreativitas dan dengan daya pikir anak-anak untuk berusaha.  Kalau untuk anak-anak di usia SD, Bagaimana anak-anak ini bisa mengerti,  bahwa barang-barang bekas itu tidak hanya mwnjadi sampah tetapi juga itu bisa diolah untuk dijadikan media pembelajaran dan dijelaskan kepada orang lain.

“Kalau di PKBM temanya kewirausahaan,  bagaimana mereka bisa menghasilkan sesuatu untuk mereka jual,”tambahnya.(roy/tri)

 

Tegar Cepos

Recent Posts

Kapolres Jayapura Bantah Penyerangan Dilakukan Oleh OPM

Setelah kabar ini tersebar Dion langsung bertolak menuju Taja dan mengecek langsung kondisi disana. Ia…

6 hours ago

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

3 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

3 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

3 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

3 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

3 days ago