Categories: METROPOLIS

Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemda Didorong Siapkan Regulasi

JAYAPURA – Balai Bahasa Provinsi Papua mendorong pemerintah daerah membuat regulasi untuk pelindungan bahasa lokal agar tidak punah, karena bahasa itu berperan penting sebagai jati diri suatu daerah.

Kepala Balai Bahasa Papua Valentina Lovina Tanate, mengatakan pelestarian bahasa lokal penting karena merupakan aset tak benda (aset tidak berwujud) yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya dan pengetahuan.

“Karena jika kehilangan bahasa daerah berarti kehilangan jati diri sehingga pelestarian bahasa lokal sangat penting dan perlu adanya regulasi tentang perlindungan bahasa,” katanya di Jayapura, Kamis.

Menurut dia, upaya melestarikan bahasa lokal juga perlu memanfaatkan teknologi digital, seperti pembuatan konten dengan menggunakan bahasa daerah. Saat ini, Balai Bahasa Papua juga terus mendorong Duta Bahasa agar memperkenalkan bahasa daerah melalui pembuatan konten.

Dia menjelaskan pelestarian bahasa daerah juga bisa melalui berbagai ajang, seperti Festival Tunas Bahasa Ibu dilaksanakan Pemerintah Kota Jayapura dan seni pertunjukan komedi dengan menggunakan bahasa lokal.

“Sebenarnya salah satu materi untuk pelestarian bahasa lokal, yaitu seni pertunjukan komedi,” katanya.

Dia menyebut di Provinsi Papua terdapat 151 bahasa daerah, Papua Barat (53), Papua Selatan (94), Papua Tengah (28), Papua Pegunungan (52), dan Papua Barat (50).
Sebanyak 11 bahasa daerah terancam punah, di antaranya Bahasa Tandia di Kabupaten Teluk Wondama dan Bahasa Mapia di Kabupaten Supiori. (antara)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

10 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

18 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

19 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

21 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

22 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

23 hours ago