Tak hanya sekolah, DPRK Jayapura memodelkan penegasan kepada para orang tua agar tidak lepas tangan dan melimpahkan seluruh beban pendidikan kepada lembaga formal semata.
“Untuk orang tua, awasi anak di rumah. Cek ponsel mereka, pergaulan, dan pastikan jam pulang rumah tepat waktu. Banyak aksi tawuran kini direncanakan lewat grup WhatsApp atau konten TikTok. Jangan titip semua ke sekolah, karena pendidikan karakter itu dimulai dari rumah,” tegasnya.
Deli juga mengingatkan para siswa bahwa aksi tawuran bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan sudah masuk ke ranah tindak pidana seperti penganiayaan, pengerusakan barang, hingga pelanggaran UU ITE jika terbukti melakukan provokasi di media sosial. Risiko nyata seperti catatan kriminal, dikeluarkan dari sekolah (drop out), hingga kesulitan melanjutkan jenjang kuliah maupun mencari kerja siap mengintai.
“Kalian adalah penerus Papua. Prestasi Papua itu ada di lapangan olahraga, di dalam kelas, dan di ajang olimpiade bukan di jalanan. Malu dengan adik-adik kelas dan almamater kalian,” pesan Deli kepada para pelajar. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…