

Pj Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si bersama TPID Kota Jayapura saat melakukan Sidak harga Bapok di Pasar Sentral Hamadi, Senin (26/9) lalu. (FOTO: Priyadi/Cepos )
JAYAPURA-Terkait pengalokasian dana 2 % dana APBD untuk bantalan sosial menyikapi dampak kenaiakn harga BBM, maka Pemerintah Kota Jayapura telah melakukan berbagai cara. Salah satunya melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura dengan melakukan Sidak Bapok di pasar tradisional dan modern.
Menurut Penjabat Wali Kota Jayapur Dr Frans Pekey, MSi, dari hasil dari Sidak ini akan dilakukan evaluasi, kira-kira harganya stabil pada level mana, level tertinggi atau level terendah dan hasil evaluasi ini akan dilakukan pengambilan kebijakan.
“Misalnya stoknya terbatas akan dilakukan kerjasama dengan Surabaya atau Makassar untuk mendatangkan komoditi antar daerah dan berikut akan dilakukan pasar murah di 5 distrik lalu ada bantuan sosial untuk sopir angkot, nelayan, tukang ojek dan kelompok kerja yang terkena dampak langsung kenaikan harga BBM,”ungkap Frans Pekey, Selasa (27/9).
Menurut Frans Pekey, alokasi anggaran sudah disiapkan, termasuk skema penyaluran juga telah diatur. “Bisa jadi subsidi BBM dengan cara kasih kupon BBM untuk nelayan dengan bantuan dari pemerintah, tapi ini harus dibicarakan teknisnya,’’katanya, Selasa (27/9)kemarin.
Pemkot Jayapura saat ini tengah mengikuti perkembangan harga di pasar, apakah harga naik atau tidak. Namun sejauh ini, diakui harga di pasaran masih normal, belum ada gejolak yang meresahkan masyarakat.
“Tapi ketika ada gejolak harga, maka akan dilakukan intervensi oleh pemerintah, misalnya pasar murah, pengendalian harga pasar, bantuan untuk distributor Pemkot akan mensubsidi transportasinya dari daerah ke sini supaya di jual jatuhnya harganya pas transpornya kita tanggung,’’sambungnya
Untuk itu, dengan alokasi dana 2 % dari APBD dalam membantu masyakat akan dipilah dan dipilih mana yang terdampak, sehingga lebih tepat sasaran. Sebab, jika harga Bapok masih stabil tentu tidak mempengaruhi inflasi, namun untuk yang terdampak seperti nelayan, sopir angkot dan lainnya bisa diberikan bantuan.
“Ini sedang dilakukan perhitungan maupun skema pemberian bantuan itu melalui lintas OPD terkait dan diharapkan OPD terkait dalam menyediakan data harus lengkap, misalnya patokan by name by address dan jenis pekerjaan harus dilihat juga,”tuturnya. (dil/tri)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…