Sedangkan acara-acara pokok seperti tahun-tahun sebelumnya meliputi taptu, pengukuhan Paskibraka, upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS), upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih.
“Acara upacara 17 Agustus nanti akan disesuaikan dengan kondisi yg ada di Papua dan tidak saling tabrakan dengan agenda pemungutan suara ulang (PSU) di Papua,” kata Jeri.
Terkait HUT ke-80 RI, Jeri belum bisa berbicara terlalu jauh. Termasuk apakah nanti melibatkan pelajar di sembilan kabupaten/kota atau tidak.
“Sementara hanya membahas kegiatan-kegiatan pokok, untuk lainnya masih dibahas di tingkat seksi kepanitiaan,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Plak. Anak panah menancap tepat di lingkaran sasaran. Di sisi lapangan, tepuk tangan langsung pecah.…
Ia menyimpulkan bahwa ada sebuah kesadaran dan gerakan yang harus dilakukan dan itu dimulai dari…
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…