

Pj Walikota, Christian Sohilait bersama semua pihak saat senam dalam rangka launching 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat di lapangan upacara Walikota, Jumat (24/1). (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura telah resmi melaunching program 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat yang diawali dengan senam pagi yang berlangsung di lapangan upacara Walikota, Jumat (24/1).
Senam pagi ini dipandu langsung oleh Pencipta Senam Anak Indonesia Hebat, Abdullah juga dihadiri Pj Walikota, Christian Sohilait, Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Papua, Fathkurohmah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Abdul Majid beserta pimpinan OPD Kota Jayapura, dan juga ratusan siswa-siswi semua jenjang dari berbagai sekolah di Kota Jayapura.
Pj Walikota Jayapura, Christian Sohilait menyampaikan bahwa program gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat ini program prioritas pusat lewat Kementerian Pendidikan yang harus disambut baik oleh semua daerah termasuk Kota Jayapura.
“Mulai hari ini kita terapkan program ini, untuk itu di semua sekolah diharapkan wajib melaksanakannya,” ujar Christian Sohilait ke Cenderawasih Pos usai senam bersama ratusan anak sekolah.
Menurut mantan Kadis Pendidikan Provinsi Papua itu, program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini sebenarnya tidak asing dalam kehidupan sehari-hari. “Sebenarnya isi program ini merupakan hal-hal yang sudah ada dalam aktivitas kita sehari-hari contohnya, bangun pagi, olahraga, berdoa dan yang lainnya,” ungkapnya
“Pertanyaannya kenapa hari ini pemerintah bungkus semua dalam satu program, itu karena masih ada sebagian anak-anak kita belum sepenuhnya menerapkan 7 hal-hal ini, untuk itu setelah dilaunching diharapkan bisa lebih maksimal lagi,” lanjutnya.
Kata Christian Sohilait, untuk mensukseskan ini perlu ada dukungan dan dorongan semua pihak, khususnya lingkungan sekolah dan orang tua. “Program ini memang lewat lingkungan pendidikan, namun orang tua harus mendukung dan membiasakan anak-anak untuk menerapkan 7 hal ini, seperti bangun pagi, berdoa, makanan bergizi dan kebiasaan-kebiasaan postitif lainnya,” tuturnya.
Menurutnya program ini bertujuan untuk memwujudkan karakter anak-anak Indonesia yang baik dan berkualitas, sehingga kemampuan mereka dalam menerima ilmu di sekolah-sekolah bisa lebih maksimal lagi.
“Jika 7 hal ini kita maksimalkan l, saya yakin anak-anak kita bisa lebih berkualitas lagi kedepannya sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari program ini dibuat oleh pemerintah,” bebernya.
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…