Categories: EKONOMI BISNIS

Biaya Transportasi Jadi Kendala, Harga Minyakita Tak Bisa Sesuai HET

JAYAPURA – Harga Minyakita di Jayapura tak bisa sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti di Pulau Jawa. Disebabkan biaya ongkos kirim Minyakita ke Papua menggunakan kapal barang. Inilah yang menjadi kendala para distributor mendatangkannya.

Direktur Saga Ritel Grup, Gary M. Pirono menyebut, awalnya harga jual Minyakita sama dengan di Jawa Rp 14 ribu/liter. Namun seiiring waktu, harganya tak bisa sesuai HET. Hal ini disebabkan transportasi pengiriman menggunakan kapal laut.

“Beban biaya transportasinya pasti besar, lantas siapa yang menanggung biaya tersebut jika menjual Minyakita harganya sama dengan di Jawa sesuai HET,” kata Gary, Selasa (21/1).

Gary mengaku kurang mendalami perihal harga Minyakita. ”Sepertinya kita mengikuti HET sebisa mungkin. Tapi semua balik ke harga yang kita didapat dari supplier. Apalagi supplier suka jual harga franco surabaya, belum juga tambah ongkir. Sedangkan ongkir ke Jayapura cukup tinggi, ini sudah pasti ada penyesuaian harga,” bebernya.

Gary juga mengaku tidak tahu menahu dengan harga jual Minyakita di pengecer lain, semua kembali ke masing-masing. Namun, ada yang jual di atas HET tapi masih laku.

“Saya rasa susah menjual Minyakita sesuai HET yang sama dengan di Jawa, karena mendatangkan ke Jayapura ada ongkos kirim yang cukup besar,”ucapnya.

Sementara itu, Ali salah satu penjual sembako di Pasar Youtefa Abepura mengaku harga jual Minyakita ke pembeli tidak bisa dengan harga Rp 14 ribu/liter.

“Dulu harganya Rp 14 ribu karena ada subsidi bagi supplier yang mendatangkan, sekarang harga jual Minyakita ada yang Rp 18 ribu/liter,” kata Ali.

Meski demikian, Ali mengaku permintaan Minyakita tak seperti dulu. Sebab, masyarakat lebih memilih membeli merek lain yang harganya beda tipis dengan Minyakita. Selain itu, kualitasnya jauh lebih bagus, dan bisa digunakan lebih dari satu kali.

“Sekarang Minyakita jarang ada yang cari karena harganya sudah beda tipis dengan merek lainnya,” pungkasnya. (dil/fia).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

12 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

13 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

14 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

15 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago