

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan pentingnya membangun kesadaran generasi muda untuk mengenal, memahami, dan melestarikan budaya serta adat istiadat daerahnya sendiri, khususnya bagi anak-anak asli Port Numbay.
Menurut Wali Kota, pelestarian budaya tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sektor pendidikan, kebudayaan, hingga pemerintah kampung.
Seluruh pihak harus bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas dan warisan budaya leluhurnya. “Anak-anak muda, khususnya generasi asli Port Numbay, harus mengenal budayanya sendiri. Mulai dari bahasa daerah, cerita rakyat, sejarah lokal, hingga nilai-nilai adat istiadat yang menjadi identitas masyarakat Port Numbay. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Abisai.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman terhadap budaya lokal bukan hanya sebatas mengetahui nama tempat atau wilayah asal, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, generasi yang dibesarkan dengan nilai-nilai budaya lokal akan memiliki karakter yang kuat, menghargai sesama, serta memiliki kepribadian yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
“Generasi yang tumbuh dengan mengenal budaya dan kearifan lokal akan menjadi generasi yang berkualitas. Mereka memiliki akhlak yang baik, disiplin, berkarakter, serta memiliki etos kehidupan yang kuat karena memahami jati diri dan identitasnya,” katanya.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…