Categories: METROPOLIS

Warga Dok IX Keluhkan Mahalnya Biaya Masuk Sekolah

JAYAPURA – Lanjutan masa reses yang dilakukan Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw di Jayapura berlanjut. Pada Jumat (24/5) menyasar warga Dok IX Distrik Jayapura Utara. Di sini ia mendengar banyak keluhan terkait mahalnya biaya pendidikan termasuk biaya masuk SD, SMP  maupun SMA pada tahun ajaran baru 2024.

  “Untuk masuk sekolah sekarang sudah jutaan. Itu kalau anak satu. Kalau tiga sampai empat kami sudah bingung bagaimana bayarnya,” beber Saharuddin, pria yang sudah 52 tahun tinggal di Dok IX, Jumat kemarin.

  Itu menurutnya belum dengan uang SPP. Padahal di Buton tempat asalnya tidak ada beban biaya pendidikan alias gratis, namun  di Papua ia malah dibebankan biaya yang cukup mahal.

“Kenapa Papua tidak bisa membebaskan biaya pendidikan untuk SD, SMP dan SMA sedangkan di Buton bisa,” singgungnya.

   Ia menyebut untuk masuk SMA membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 juta sedangkan untuk masuk SMP sedikitnya Rp 3 juta, belum lagi uang komite per bulan Rp 300 ribu. Untuk masuk SD Rp 800 ribu bahkan ada yang Rp 2 juta, belum  lagi membayar SPP setiap bulan. Sedangkan masuk SMP sebesar Rp 1,4 juta, bahkan ada yang Rp 3,5 juta.

  “Pemerintah bantu beasiswa juga tidak adil, karena lebih memprioritaskan orang asli Port Numbay,” imbuhnya.

  Terkait ini Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw tak menampik kabar tersebut dan menjadi beban orang tua murid.  Padahal menurut Jhony jika dana Otsus untuk pendidikan diberikan dikelola baik seharusnya  bisa mengcover masalah pendidikan berbayar tersebut.

   “Memang ini menjadi tupoksinya Pemkot dan menurut saya seharusnya bisa tanpa biaya. Sekolah itu wajib, tidak pandang itu adalah anak Port Numbay, itu anak Papua atau non Papua, tapi semua orang tuanya pegang KTP Kota Jayapura wajib dapat pendidikan gratis,” bebernya. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

15 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

17 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

18 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

19 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

20 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

21 hours ago