Tak hanya wilayah Sentani, ke depan pihaknya juga akan turun di sembilan kabupaten/kota yang ada di Papua untuk melakukan surveilans.“Kita selalu lakukan koordinasi dengan pihak karantina, dinas kabupaten/kota yang punya kewenangan dan pihak terkait untuk mencegah masuknya virus demam babi,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat terutama peternak babi untuk menjaga sanitasi kandangnya, serta tidak memberikan makanan yang berasal dari tempat sampah yang dikumpulkan. “Yang paling penting saat ini adalah tidak membawa masuk segala jenis produk babi ke Papua, entah itu ternak babi, maupun dalam bentuk olahan dan lainnya,” tegasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan…
Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen untuk melakukan pembersihan internal terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti…
Aksi demo yang digalang oleh beberapa organisasi mahasiswa Papua Pegunungan untuk menolak militer non organik…
Polres Mimika memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 155,64 gram pada Senin, (27/4). Kristal…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC). Jhon Tabo, SE, M.B.A mengakui Musrenbang tingkat Provinsi Papua Pegunungan…