Untuk berapa kisaran harga MBG per porsi hal ini belum dipastikan, tetapi yang jelas tidak sama dengan harga di Jawa, kemungkinan lebih tinggi, untuk pembayaran dan Juknis serta lainnya langsung ke BGN karena itu tangung jawab mereka.
“Restoran 58 Hauzz hanya mitra dan hanya menyediakan dapur dan tenaga, sehingga untuk hal lain masih menunggu Juknisnya,”tandasnya.
Sementara itu, Owner Lili Rahayu Katering Kotaraja Hj. Lili mengaku, adanya program MBG pelaku usaha bisnis katering tentu sangat mendukung dan menyambut baik. Sebagai pelaku usaha UMKM, pihaknya sangat senang di tengah situasi pasar yang lagi susah ini.
‘”Adanya program MBG memberikan angin segar buat teman-teman pelaku UMKM banyak yang antusias, karena dari sisi jumlah yang harus disediakan dan frekuensi rutin, memang mau tidak mau program ini harus menggandeng banyak pihak untuk terlibat,”ucapnya.
Diakui, dalam program MBG ini ada kejelasan terlebih dahulu hak dan kewajiban yang nantinya harus dijalankan. Sehingga dalam menjalankan program ini sama-sama saling menguntungkan apa yang menjadi tanggung jawab pelaku bisnis katering maupun pemerintah. Sehingga dibutuhkan petunjuk teknis yang semua harus dipegang dengan baik. (dil/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…