Categories: BIAK

Antrean BBM Kian Panjang Warga Resah

Biak Numfor – Antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Burokub dan SPBU Jalan Sriwijaya dalam satu minggu terakhir tidak hanya menghambat aktivitas warga tetapi juga menimbulkan dampak ekonomi bagi para pekerja harian dan pelaku usaha kecil. Sejak perbaikan berlangsung di SPBU Jalan Sisingamangaraja, masyarakat menghadapi keterbatasan suplai BBM yang berimbas pada produktivitas dan pendapatan harian mereka.

Sejumlah sopir angkutan umum dan pengemudi ojek mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat waktu kerja yang terbuang saat mengantre BBM. Salah seorang tukang ojek yang cukup paruh baya Sarno, mengatakan bahwa antrean panjang membuatnya kehilangan banyak pelanggan di pagi hari, yang merupakan waktu tersibuk bagi para pencari nafkah di jalanan.

“Biasanya saya bisa mendapatkan banyak penumpang di pagi hari, tapi sekarang waktu saya habis hanya untuk mengantre BBM. Kalau tidak ada bahan bakar, saya tidak bisa bekerja, dan pendapatan saya turun drastis,” keluhnya.

Tak hanya bagi pengemudi, kondisi ini juga berdampak pada pedagang pasar yang mengandalkan transportasi untuk mengangkut barang dagangan mereka. Seorang pedagang di Pasar Inpres Biak, Mama Yance, menyatakan bahwa keterlambatan dalam mendapatkan BBM menyebabkan banyak pedagang datang lebih siang ke pasar, yang berpengaruh pada penjualan mereka.

“Biasanya kami sampai di pasar sebelum subuh untuk menata dagangan. Tapi sekarang banyak teman pedagang yang datang terlambat karena kehabisan BBM atau harus antre lama. Akibatnya, dagangan kami jadi tidak cepat laku,” terang Yance.

terpisah, salah seorang pelajar SMK Daniel Wihyawari juga menyatakan sering terlambat ke sekolah lantaran dirinya yang tinggal jauh dari sekolah terpaksa menunggu kedatangan taksi lebih lama dari biasanya. Daniel yang mengaku tinggal di Kampung Gaya Baru diperkirakan menempuh perjalanan cukup Panjang untuk tiba di sekolah, sekitar kurang lebih 20-30 menit.

Sementara itu, beberapa pengusaha rental mobil di Biak juga mengeluhkan dampak krisis BBM ini. Keterbatasan bahan bakar menyebabkan mereka kesulitan melayani pelanggan, terutama di sektor pariwisata yang menjadi andalan ekonomi daerah. Maupun untuk kemudahan bagi konsumen yang akan menyewa kendaraan dan langsung disiapkan BBMnya jika dibutuhkan.

  Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis ini, baik dengan mempercepat perbaikan SPBU Jalan Sisingamangaraja maupun memastikan distribusi BBM yang lebih merata. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat kembali normal tanpa hambatan yang berarti. (il/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

2 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

2 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

2 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

2 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

2 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

2 days ago