

Veronika Urip Indiastuti, Ketua Badan Pengurus YPPK Provinsi Papua. (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Provinsi Papua Veronika Urip Indiastuti mengatakan di usia 50 Tahun, YPPK telah memiliki 134 sekolah, masing masing tersebar di Kota Jayapura,2 Kabupaten Jayapura, Keerom, Pegunungan Bintang dan Jayawijaya.
“Kalau di tahun 2024 ini, kami baru buka dua sekolah baru yaitu SMP YPPK Juru Selamat Jayapura di Koya Timur, dan SMK St. Fransiskus Asisi Kimbim, di Jayawijaya,” jelas Veronika pada acara jalan sehat memeriahkan HUT YPPK Ke-50 di SMA Katada, Kamis (22/8) kemarin.
Perkembangan dari waktu ke waktu cukup signifikan, salah satunya peserta didik. Sekolah yang dirintis oleh para misionaris ini, kata dia, cukup diminati masyarakat di tanah Papua.
Perkembangan ini tidak terlepas daripada visi dan misi, dimana salah satu yang menjadi prioritas menyeleksi tenaga guru yang punya kualitas dan kuantitas yang tinggi. “Setiap 6 bulan tenaga guru di YPPK direvisi, bagi yang hasilnya baik akan dilanjutkan, demikian yang tidak akan dipertimbangkan, ini salah satu langkah untuk mendorong kualitas pendidikan di YPPK,” jelasnya.
Khusus di Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapuea, hampir semua sekolah berakreditasi baik. Sementara itu untuk sekolah di daerah terluar, masih berupaya untuk meningkatkan kualitas baik tenaga guru maupun fasilitas pendukung.
“Dalam hal penerapan kurikulum merdeka, kalau Kota Jayapura dan Jayapura sudah diterapkan, tapi Kerom dan di daerah Pegunungan masih kita dorong,” ujarnya.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…