Categories: METROPOLIS

Hutan Mangrove Akan Jadi Titik World Clean Up Day

Salah satu aktifitas mencari sampah yang dilakukan Rumah Bakau Jayapura di lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Youtefa   belum lama ini. Hutan mangrove akan dijadikan lokasi aksi bersih sampah terbesar didunia untuk wilayah Jayapura. (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA – Aksi bersih – bersih terbesar sedunia atau World Cleanup Day (WCD) yang juga akan digelar di Jayapura kali kedua nampaknya bakal berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya dilakukan di Pantai Holtekamp Jayapura, kini di tahun kedua lokasi yang diambil adalah hutan bakau. Untuk Papua ada dua daerah yang akan ambil bagian, pertama Jayapura dan kedua Kabupaten Biak. Gerakan ini sejatinya untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat khususnya pada generasi milenial untuk bergerak melakukan hal – hal positif secara bersama – sama.

Koordinator  WCD Kota Jayapura, Ikbal Asra menyampaikan bahwa untuk tahun 2020 ini disepakati untuk lokasi WCD dilakukan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Youtefa . Lokasi ini dipilih lantaran banyak sekali sampah yang menumpuk bertahun tahun dan tidak tersentuh. Ini disebut memiliki tantangan lebih dibanding lokasi lainnya. “Sudah kami ajukan dan lokasinya akan mengambil tempat di hutan mangrove. Lokasinya di TWA Teluk Youtefa  dan saya lihat teman – teman sudah sangat siap,” kata Ikbal, Selasa (25/8). WCD sendiri bakal digelar serentak seluruh dunia pada 19 September nanti dengan target relawan 13 juta orang.

Meski diakui tak mudah namun   kata Ikbal personel  yang diturunkan akan dikomandoi oleh Rumah Bakau Jayapura yang selama ini sudah lama membersihkan sampah dilokasi tersebut. “Teman – teman di rumah bakau akan menjadi leader di lokasi ini dan saya pikir tak masalah. Mereka sudah terbiasa,” tambah  Ikbal. Menariknya dari kegiatan WCD ini nantinya sampah yang ditemukan akan ditimbang kemudian dilihat produk sampah jenis dan merk atau brand apa yang paling banyak.

“Ia bahkan untuk lokasi atau koordinat, luasa lokasi hingga brand yang paling banyak itu juga akan didata. Ini tahun kedua yang kami lakukan dan saya pikir teman – teman bisa melakukan itu,” imbuhnya. Ikbal  menambahkan bahwa untuk terlibat dalam aksi bersih sampah terbesar di dunia ini hanya cukup melakukan konfirmasi. “Nanti kami sebar undangan lewat media sosial dan akun resmi,” pungkasnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago