“Kami mensinergikan kesepakatan kami untuk mendukung target pajak alat berat bisa optimal di tahun 2025. Karena menurut informasi dari Dinas Bappenda, sampai hari ini progres dari pajak kurang optimal,” terangnya.
Ia pun mendorong Organisasi Perangkat Dearah (OPD) di lingkup Pemprov Papua bisa melakukan pendataan alat berat dan memberikan informasi, sehingga dapat ditindaklanjuti oleh Bappenda. “Kami belum bisa menginfromasikan soal data jumlah alat berat di Papua, sebab masing-masing OPD belum melaporkan itu,” kata Robert Awi.
Namun ia tak menampik bahwa alat berat paling banyak berada di Kota Jayapura, beberapa lainnya berada di sentra kehutanan seperti di Sarmi, Keerom, Waropen dan Mamberamo Raya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dalam video tersebut, wartawan yang kerap melakukan peliputan di desk hukum tersebut, meminta agar pemerintah…
Kopi Tua beberapa kali melakukan aksinya disini mulai dari pembunuhan aparat keamanan, penyerangan, penembakan pesawat…
Jika diakumulasikan, jalur SNBP dan SNBT telah meloloskan hampir 2.000 calon mahasiswa. Sementara itu, antusiasme…
Tim Opsnal Polsek Jayapura Selatan bersama Tim Resmob Numbay Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan seorang…
Di Kabupaten Keerom, Tim Khusus (Timsus) Opsnal Satreskrim Polres Keerom pada Senin (8/6) melaksanakan kegiatan…
Penangkapan dilakukan pada Minggu (7/6) di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Batas Kota Distrik…