“Penghapusan retribusi kendaraan awalnya dikhawatirkan memangkas pendapatan terminal. Namun, dengan adanya tempat cuci mobil, bengkel, dan sewa lapak ini, terminal justru menjadi lebih hidup dan multifungsi. Perputaran uang di sini malah jauh lebih sehat,” ujar Muhammad Tamrin, Jumat (22/5).
Perubahan konsep ini ungkapnya mendapat respons positif, baik dari para sopir angkutan jalan maupun warga sekitar. Sopir tidak lagi merasa terbebani oleh biaya retribusi harian, sementara terminal bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru di distrik Heram. Meski demikian Tamrin tidak menjelaskan secara detail terkait dengan biaya di setiap item sumber pemasukan nya itu setiap bulan. Terkhusus untuk pencucian mobil diberikan target perbulannya sebesar Rp 5 juta.
Pihaknya berencana untuk terus menata dan menambah fasilitas pendukung lainnya agar Terminal Ekspo Waena tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik-turun penumpang, melainkan juga sebagai kawasan niaga yang aman, bersih, dan nyaman bagi masyarakat Jayapura. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di…
Bangunan ini sebelumnya digunakan sebagai kantor Bawaslu Papua. Posisinya persis bersebelahan dengan pintu masuk gedung…
Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Merauke bersama KBO Reskrim…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH memastikan jika pelaku WW telah…
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…