Ia juga menyoroti kekhawatiran terhadap semakin terpinggirkannya pangan lokal Papua seperti sagu, petatas, dan keladi. Menurutnya, pangan lokal bukan hanya sumber makanan, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya masyarakat adat Papua.
“Ketika pemerintah terlalu fokus pada beras, muncul kesan bahwa pangan lokal dianggap kurang modern. Padahal sagu telah terbukti menopang kehidupan masyarakat Papua sejak lama,” ujarnya.
Karena itu, Kristhina menilai modernisasi pertanian tidak boleh mematikan identitas pangan lokal. Pemerintah diminta tetap melindungi dan mengembangkan pangan khas Papua sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kehadiran Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam kegiatan Latihan Kader Kepemimpinan (LKK) tahun 2026 yang…
Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyatakan bahwa hingga saat…
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya sejumlah kendaraan bermotor dengan modus pelaku…
ali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan pentingnya penataan administrasi kependudukan di wilayah Distrik Muara Tami…
Bupati Thomas mengatakan, kehadiran gubernur dalam peresmian Rumah Jew merupakan penghormatan lantaran itu kesempatan langkah.…
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penegasan batas daerah antara Kabupaten Jayapura dan Kabupaten…