Categories: METROPOLIS

Sekalipun Plastik Berstandar SNI Tetap Tak Boleh

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Ir Ketty  Kailola menyerahkan langsung kantong belanja yang bisa digunakan berulang kepada salah satu pembeli di SAGA Abepura, Senin (25/3). Pemkot menegaskan untuk tidak boleh lagi ada kantong plastik di pertokoan dan ritel.( FOTO : Gamel Cepos )

Bincang-bincang dengan Kepala Dinas LH dab Kebersihan Kota Jayapura, Ir Ketty  Kailola

Sejak awal tahun Pemkot Jayapura telah melarang penggunaan plastik di pertokoan dan pusat perbelanjaan. Seberapa patuh toko atau ritel yang mengikuti kebijakan Wali Kota Jayapura itu? 

Laporan: GAMEL 

Kebijakan pemerintah Kota Jayapura untuk “menghapuskan” plastik dalam sektor perdagangan khususnya sebagai pembungkus barang ternyata belum sepenuhnya mendapat dukungan dari pengusaha ritel. Perlu peringatan barulah ditaati. Tercatat ada tiga ritel yang disebut sempat membandel. Masih tetap mempertahankan transaksi jual beli yang menggunakan plastik sebagai pembungkus barang belanjaan. Padahal secara aturan Pemkot telah mengeluarkan  regulasi Perda Nomor 1 tahun 2009 tentang kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. 

 “Ini yang kami tidak habis pikir juga, ada tiga ritel yang seperti ‘bermain’ tidak mau langsung mengikuti petunjuk yang kami berikan. Terlalu banyak alasan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Ir Ketty Kailola saat ditemui dalam  sosialisasi  simpatik yang dilakukan di Saga Abepura, Senin (25/3). Alhasil karena tak langsung nurut, Ketty sempat menegur beberapa kali dan menyampaikan bahwa pemerintah bisa mencabut izin usaha bila tetap membandel barulah semua patuh.

 “Ada yang datang malam-malam minta dimaklumi, kami  sebenarnya sudah berikan waktu tapi ada saja alasannya. Yang perlu dipahami adalah saat ini ritel maupun toko harus no plastik. Tak boleh lagi memberikan kantong plastik kepada konsumen,” tegasnya. Begitu juga dengan plastik berstandart atau SNI. Ketty menegaskan sekalipun ada logo SNI tetap tidak boleh. “SNI itu tidak serta merta menjadi edaran untuk  memakai produk tersebut. KLHK tidak pernah menyarankan untuk menggunakan plastik sekali pakai tapi  lebih menyarankan untuk mengunakan produk yang bisa digunakan berulang kali,” imbuhnya.

 Ia juga menjelaskan tentang masih adanya pertanyaan dari pengelola ritel bahwa dari merk Telo Bag atau Enviplast dan Ecoplast yang disebutkan terbuat dari tapioka. Namun disebutkan merk Ecoplast tetap terbuat dari campuran plastik dan tapioka dimana di Banjarmasin tetap melarang penggunaan Ecoplast. “Tetap berbahaya, intinya no plastic.  Kami tak main – main dengan ini. Pengusaha jangan hanya mau berdagang dan mencari keuntungan tapi bagaimana ikut memikirkan soal lingkungan,” katanya. Ketty sendiri bersama tim Senin kemarin langsung membagikan tas berukuran cukup besar secara gratis kepada   konsumen. 

 “Ini kami berikan gratis. Baru 200 lembar yang kami bagi dan ada 2000  lembar lagi yang ditempeli logo semboyan Kota Jayapura dan itu juga akan kami bagikan,” pungkasnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago