

JAYAPURA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura, Ir Ketty Kailola mengungkapkan bahwa musibah banjir bandang yang terjadi di Sentani Kabupaten Jayapura harus menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat di Kota Jayapura. Apalagi disaat bersamaan Kota Jayapura juga terjadi musibah yang menewaskan 7 orang. Sebuah angka korban jiwa yang tak jauh berbeda dengan kejadian banjir longsor pada Februari 2014 yang menewaskan 9 orang.
Kata Ketty peluang terjadi musibah yang sama seperti Sentani tetap memungkinkan apalagi saat ini banyak punggung bukit atau gunung yang sudah terbuka. “Kalau mau dibilang seperti itu, masyarakat kota harus belajar dari kejadian di Sentani. Itu pelajaran berharga dan jangan katakan tidak mungkin terjadi. Ingat tahun 2014 ada kejadian yang mirip. Hanya yang membedakan yang melumpuhkan kota saat itu adalah sendimentasi,” beber Ketty.
Kawasan seperti APO, Bhayangkara patut diwarning karena berada pada kawasan kemiringan dan banyak yang sudah tertutup dengan beton sehingga tak ada lagi yang mengikat tanah. “Kalau mendengar penjelasan salah satu pakar tata ruang, Prof Silas dikatakan bahwa banyaknya kali mati di satu daerah harusnya diwaspadai. Apalagi jika ada cuaca ekstrem harus lebih diantisipasi sebelum terjadi musibah dan memakan korban,” imbuhnya. (ade/wen)
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…