

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM.,mengatakan banyak meninggalnya Orang Asli Papua (OAP) bukan disebabkan, karena mengkonsumsi Minuman keras(Miras). Melainkan OAP banyak meninggal karena terkena penyakit HIV/AIDS akibat suka berganti-ganti pasangan atau juga terjangkit penyakit tersebut.
Untuk itu, supaya generasi muda OAP bisa terus eksis dan musnah harus ada komitmen dan kepedulian dari seorang pemimpin, tokoh agama, tokoh adat dan LSM dalam membantu mengatasi masalah penyebara HIV/AIDS.
“Mari kita selamatkan generasi muda Papua, jauhkan dari penyebaran HIV/AIDS, kita harus bersatu padu ada rasa kepedulian dalam memberantas ini semua,”ungkapnya, Senin(25/3)kemarin.
Wali Kota juga mencontohkan, di negara Afrika dulunya penduduknya banyak yang terkena virus HIV/AIDS. Namun, sekarang di sana sudah bisa menurunkan jumlah ODHA secara drastis dan ternyata kuncinya hanya komitmen dan kepedulian dari pemerintah dan semua pihak.
“Kita butuh komitmen bersama dalam mengatasi masalah ini, semua bisa jaga diri, mau memeriksakan diri, jika tidak terkena, jangan sekali-kali melakukan hal yang dilarang dan yang terkena harus diobati supaya tetap hidup, tetap diperhatikan jangan diintimidasi,”jelasnya.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya kepedulian juga harus lahir dari masyarakat untuk bisa menghindari virus tersebut dengan tidak melakukan hubungan sembarangan.(dil/gin).
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…