Categories: METROPOLIS

Polisi dan Pemkot Sepakat Jayapura Zero Knalpot Brong

JAYAPURA – Sebuah ketegasan diambil pihak kepolisian bersama Pemerintah Kota Jayapura terkait masih maraknya pengendara yang menggunakan knalpot brong atau knalpot racing. Ini disepakati dalam bentuk deklarasi dengan melibatkan anak – anak sekolah maupun komunitas motor.

  Intinya semua spare part yang di luar bawaan pabrik atau dealer apalagi yang mengeluarkan suara berisik dan mengganggu kenyamanan bisa ditindak. Ditlantas Polda Papua, Kombes Pol Abrianto Pardede menyampaikan bahwa dari kasus viral terjadi beberapa waktu lalu yang berbuntut keributan, pihaknya mencoba menumbuhkan kesadaran warga dengan pelarangan.

Pasalnya kejadian tersebut bisa saja terjadi di Papua jika bersinggungan di jalan.

    “Sebelum semua terjadi, maka dilakukan langkah antisipatif. Apalagi dengan angka kecelakaan yang mengalami kenaikan dimana tahun 2022 ada sebanyak 2400 kasus laka dan naik menjadi 2800 kasus di tahun 2023 jadi kami coba merazia semua knalpot brong ini,” kata Pardede di sela – sela deklarasi Papua Zero Knalpot Brong dan Zero  Accident di PT Entrop, Rabu (24/1).

   Pardede menyampaikan dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama beberapa pekan terakhir pihaknya berhasil mengamankan 491 knalpot brong.

“Jadi sasaran penindakan adalah knalpot yang tidak sesuai spesifikasi standart pabrik dimana tingkat kebisingan di luar ambang batas. UU lalu lintas angkutan jalan, pasal 48, 210 dan 285 lalu Permen Lingkungan Hidup nomor 56 tahun 2019 yang diperbaharui 7 tahun 2009 tentang baku mutu kebisingan ranmor,” sambungnya.

  Dengan ini ia kembali mengingatkan bahwa siapa saja pengguna knalpot brong dipastikan akan langsung dilakukan penindakan. Sementara Pj Walikota, Frans Pekei menyambut baik deklarasi ini. Ia setuju bahwa dalam berkendara harus nyaman. Tidak harus dihentikan kemudian berurusan dengan polisi.

  “Kami setuju knalpot brong ini ditindak sebab bisa saja terjadi masalah social. Jika ada yang tidak terima lalu ribut dan terjadi penganiayaan kemudian membawa nama kelompok dan suku. Ini yang bahaya,” singkat Pekei. (ade/tri)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Tiap Kampung Adat Punya Ciri Khas, Tidak Bisa Dijual Sembarangan

Sesekali, ketika lelah menyapa, beberapa mama berdiri, menggoyangkan tubuh mengikuti irama musik, tawa pecah seketika.…

8 hours ago

Kantor Dipalang, Pelayanan Dialihkan ke Rumah Pribadi

Kantor Distrik Sentani kembali dipalang oleh pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Kamis (23/4). Aksi…

10 hours ago

Berharap Ada Anak Selatan Papua Masuk Pembinaan Timnas Futsal

Seleksi dilakukan langsung Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra Indonesia Hector Souto. Pelatih asal Spayol ini…

11 hours ago

BBPJN Tangani Longsor di Ruas Jalan Trans Papua Segmen Yetti-Mamberamo

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Balai Jalan (PJN) Wilayah II pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional…

12 hours ago

KONI Audiens denan Gubernur Papsel Bahas Persiapan Pra-PON

Audiensi tersebut untuk membahas persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sekaligus menyampaikan laporan persiapan…

13 hours ago

Respon Cepost Polres Jayapura Bongkar Pemalangan

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Jayapura Iptu Slamet…

14 hours ago