

Frans Pekey saat meninjau lokasi abrasi di pantai Holtekam Kampung Holtekam Distrik Muara Tami, Rabu (24/1). (FOTO:Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Pj. Walikota Jayapura , Dr. Frans Pekey mengaku sangat prihatin dengan ancaman abrasi air laut yang cukup meresahkan warga di Kampung Holtekamp dan sepanjang pantai Holtekam Kota Jayapura. Meskipun bencana ini merupakan bencana yang kerap terjadi setiap tahun, namun dampaknya sangat besar oleh warga pesisir.
Karena itu, Pemerintah Kota Jayapura menjanjikan untuk segera membenahi kawasan itu. Namun Pemkot Jayapura tidak bisa bergerak sendiri, tetapi akan meminta bantuan pemerintah pusat dan juga Pemerintah Provinsi Papua.
“Tadi saya komunikasi dengan kepala kampung, ternyata kejadian seperti ini selalu terjadi satu tahun sekali, naiknya gelombang. Kejadian sudah lima hari ini, sekitar 6 meter itu sudah kena abrasinya,” kata Frans Pekey, usai meninjau kawasan itu, Rabu (24/1).
Menyikapi hal ini, pemerintah segera mengambil langkah-langkah. Di tingkat lapangan kepala kampung bersama masyarakat sudah mengambil langkah dengan memindahkan makam warga ke tempat pemakaman baru.
Sementara itu Pemerintah Kota Jayapura akan menimbun dengan menggunakan batu di beberapa titik yang dianggap cukup berawan dan sudah terkena dampak. Kemudian untuk penanganan jangka panjangnya akan melakukan komunikasi dengan kementerian lembaga terkait. Supaya segera mungkin bisa melakukan langkah-langkah penanganannya. Karena yang terkena dampak itu sepanjang Pantai Holtekamp, mulai dari Kali Buaya sampai dengan Jembatan Merah Youtefa.
“Area ini selain taman wisata nasional, juga ada jalan penghubung nasional. Karena itu kami akan melakukan komunikasi, dengan Pemerintah Provinsi Papua dan juga kementerian lembaga terkait. Untuk bersama-sama kira-kira bagaimana penanganannya, baik jangka pendek maupun jangka panjangnya. Sehingga tidak ada ancaman serius sebagai masyarakat dan juga fasilitas publik sepanjang Pantai Holtekamp,” tambahnya. (roy).
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…