

Peserta yang mengikuti kegiatan Eksaminasi Special Arrangement RI-PNG, Koordinasi, Evaluasi dan Rekomendasi Kebijakan Lintas Batas Tradisional RI-PNG di Kota Jayapura, Selasa (22/9). (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua mendorong pengelolaan kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) tidak hanya berorientasi pada aspek kedaulatan dan keamanan, tetapi juga pelayanan serta kesejahteraan masyarakat dan penguatan kerja sama bilateral kedua negara.
Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Yohanes Walilo, mengatakan ketiga kepentingan tersebut harus berjalan seimbang dan tidak dipertentangkan.
“Perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai garis pemisah, tetapi harus menjadi ruang perjumpaan, ruang pelayanan, ruang kerja sama, sekaligus beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Walilo saat membacakan sambutan Gubernur Papua pada kegiatan Eksaminasi Special Arrangement RI-PNG, Koordinasi, Evaluasi dan Rekomendasi Kebijakan Lintas Batas Tradisional RI-PNG di Kota Jayapura, Selasa (22/9).
Menurutnya, masyarakat di kawasan perbatasan harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek pengawasan. Karena itu, evaluasi terhadap kebijakan lintas batas perlu mempertimbangkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Walilo berharap kegiatan eksaminasi tersebut dapat melihat kondisi lapangan secara terbuka, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta mengidentifikasi kesenjangan antara regulasi dan pelaksanaannya.
“Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang realistis dan dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut Walilo, rekomendasi yang dihasilkan tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Harus ada kejelasan mengenai pembagian kewenangan, langkah tindak lanjut, serta mekanisme koordinasi antarpihak.
“Kawasan perbatasan harus menjadi bagian nyata dari transformasi tersebut, aman, tertib, produktif, sejahtera, dengan pelayanan publik yang semakin baik dan penghormatan terhadap hak-hak sosial, budaya serta adat masyarakat,” katanya.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…