

Adapun harapan yang disampaikan dr James, pada HAN 2024 untuk anak-anak yang ada di Papua terkhususnya menjadi anak yang cerdas menuju Indonesia emas dengan menciptakan lingkungan yang sehat, internet yang sehat dan juga mendapatkan vaksinasi dan imunisasi yang lengkap.
JAYAPURA – Dalam rangka merayakan hari Anak Nasional (HAN) 2024, ke 40, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Papua menggelar pencanangan Vaksin polio putaran ke tiga.
Pencanangan ini sekaligus memberikan vaksin polio bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin polio tahap pertama dan kedua.
Ketua IDAI cabang Papua, Dr. James Thimoty, Mkes, Spa(k) menyebut kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HAN ke 40 tahun.
Ia mengatakan bahwa kegiatan itu penting dilakukan supaya orang tua mengerti dan mendukung untuk pemberian PIN Polio kepada anak-anak.
Dr. James mengatakan selain pemberian vaksin pon polio kepada anak-anak, pihaknya juga turut melakukan seminar terkait dengan perihal pemberian vaksin Pin polio.
“Kegiatan ini sekaligus pencanangan Vaksin polio putaran ke tiga dan juga ada beberapa anak memang belum mendapatkan putaran satu dan dua jadi sekaligus diberikan juga. Dan kegiatan ini juga kami mengadakan Seminar terkait pengadaan pemberian vaksin polio ini,” jelas dr. James kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/7) kemarin.
Dr. James menyampaikan pentingnya diberikan vaksin polio sebab saat ini di Papua sudah ada wabah polio. Maka dengan itu pihaknya memberikan vaksin polio lewat PIN.
Adapun harapan yang disampaikan dr James, pada HAN 2024 untuk anak-anak yang ada di Papua terkhususnya menjadi anak yang cerdas menuju Indonesia emas dengan menciptakan lingkungan yang sehat, internet yang sehat dan juga mendapatkan vaksinasi dan imunisasi yang lengkap.
Seperti diketahui kegiatan tersebut dilakukan di Sekolah Hebat Anak Papua (AHP) Jayapura. Kegiatan yang bertema ‘ Lingkungan Sekolah, Internet Sehat Serta Vaksinasi Lengkap untuk Anak Cerdas Menuju Indonesia Emas”, dihadiri oleh sejumlah dokter anak yang ada di Papua terutama Kota Jayapura, kabupaten Jayapura, dan Kerom.
“Semua anak mulai dari usia 0 bulan sampai anak tujuh tahun 11 bulan 29 hari. Kami berharap semua masyarakat kota Jayapura sama-sama mendukung anak-anak yang bersama dengan kita menjadi anak yang cerdas untuk membangun generasi emas Papua,” pungkasnya. (kar/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…