Categories: METROPOLIS

Faktor Keamanan, Jadikan Papua Urutan Terakhir

Dalam Penyelenggara Pelayanan Publik

JAYAPURA-Wilayah Papua merupakan urutan terakhir atau terendah di Indonesia terkait dengan penyelenggara pelayanan publik. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya faktor keamanan.

“Saya pelajari, ada beberapa faktor yang membuat Papua berada di urutan terakhir soal pelayanan publik. Pertama, segi keamanan yang membuat banyak aparat pemerintah merasa tidak aman sehingga tidak bisa bertugas dengan baik,” terang Kepala Perwakilan Ombudsman RI perwakilan Papua Yohanes B.J. Rusmanta usai membuka kegiatan pendampingan penilaian kepatuhan penyelenggara pelayanan publik tahun 2023, Jumat (23/6).

Selain itu, lanjut Yohanes, soal transportasi dan masalah koordinasi antar pimpinan daerah dengan unit-unit yang melaksanakan pelayanan publik di daerah tersebut. “Kami dorong aparat pemerintah meningkatkan pelayanan publik, sehingga Papua tidak berada di urutan terakhir,” tegas Yohanes.

Yohanes mengatakan, pada hasil penilaian penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2022. Dua Kabupaten, yakni Kepulauan Yapen dan Jayawijaya mendapatkan opini kualitas tinggi. Sementara Kabupaten Biak dan Kota Jayapura mendapatkan kualitas sedang.

“Sisanya, sebanyak 25 kabupaten di Papua termasuk DOB mendapatkan kualitas rendah. Sehingga itu, kami mendorong agar kualitas pelayanan harus ditingkatkan. Tidak ada bias antara penilaian dan kenyataan, jangan sampai kualitas pelayanan di suatu daerah tinggi, tetapi karena informasinya tidak diberikan pada saat penilaian akhirnya nilainya rendah,” ucapnya.

Melalui kegiatan pendampingan penilaian kepatuhan penyelenggara pelayanan publik tahun 2023. Yohanes berharap, dari kegiatan yang dilakukan, pemahaman dari peserta  dinas organisasi meningkat. Sehingga ketika tim turun melakukan penilaian, dokuman dokumen dan informasi yang dibutuhkan tersedia.

“Ketika bulan Juli dan Agustus mendatang saat Ombudsman melakukan penilaian atau survei kepatuhan pelayanan pelanggaran publik di kabupaten dan provinsi, mereka yang bertugas di dinas dinas terkait sudah paham,” ucapnya.

Kita sadar bahwa pelayanan publik yang tinggi dampaknya masyarakat percaya, sebagaimana dibanyak tempat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan negara turun akibat banyak hal yang mempengaruhi.

“Semoga hal ini bisa mendorong dan apa yang dilakukan oleh mereka yang berada di garis depan pelayanan publik bisa membawakan hasil yang maksimal,” harapnya.

Yohanes mengatakan, kedepan Ombudsman akan ada pembukaan kantor perwakilan di daerah DOB sesuai dengan amanant Undang undang, dan direncanakan tahun 2025 mendatang.

Sekedar diketahui, kegiatan pendampingan penilaian kepatuhan penyelenggara pelayanan publik tahun 2023 diikuti oleh dinas dinas portal se-kabupaten/kota dan Provinsi Papua termasuk wilayah DOB. Meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Dukcapil dan instansi terkait. (fia/tri)

 

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

3 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

3 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

3 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

3 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

3 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

3 days ago