“Apalagi dengan pertambahan penduduk yang terjadi setiap waktu kemudian usia fasilitas yang dibangun, rumah yang dibangun itu semakin bertambah usianya, harga pemeliharaannya semakin tinggi. Sehingga seringkali kalau hujan ada genangan banjir dan sebagainya,” bebernya.
Pekey juga mengingatkan masyarakat di Kota Jayapura akan terjadinya potensi bencana banjir susulan di beberapa wilayah di Kota Jayapura. Menyusul adanya peringatan dini dari BMKG mengenai potensi intensitas hujan tinggi yang masih akan terjadi hingga April mendatang.
Kata dia penanganan dampak bencana ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah jika tidak ada dukungan dari masyarakat itu sendiri, terutama sadar menjaga lingkungannya dimulai dari tempat tinggalnya sendiri.
“Proses pembenahan pembenahan sudah ditangani oleh Pemerintah Kota dan juga dibackup oleh institusi terkait lainnya, termasuk swadaya masyarakat sendiri. Sehingga dari penanganan tanggap darurat, tindak lanjutnya juga perlu terus dilakukan secara berkesinambungan dan juga masih ada yang harus dituntaskan di beberapa titik,” jelasnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pada tahun 2026 ini, IWD mengangkat tema “Give To Gain” atau Memberi untuk Mendapatkan. Sebuah…
Mantan anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir (BMD) juga "diserang" lewat postingan di media sosial.…
Dalam program Safari Ramadan tahun ini, Pemkot Jayapura mengunjungi 16 masjid dan musala dengan agenda…
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa dari seluruh sampel yang diambil dan diuji, tidak ditemukan kandungan…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Itaar, menjelaskan bahwa pelaksanaan…
Kepolisian Daerah (Polda) Papua memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 akan mulai digelar pada 13 Maret…