

JAYAPURA-Ketua Komisi D DPRD Kota Jayapura Kenan Sipayung mengatakan, dengan peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, masyarakat Kota Jayapura dan Kabupaten Kota Jayapura harus buka mata, bahwa gunung cycloop adalah jantungnya Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.
Sehingga, dampak dari musibah ini bisa menjadi pembelajaran bersama, bahwa alam juga bisa marah jika dirusak. Untuk itu, Kenan Sipayung meminta kepada masyarakat harus sadar dan jangan memaksakan diri untuk membangun rumah, jika daerahnya dekat sungai, daerahnya rawan longsor dan melakukan perambahan hutan.
“Harapan kita masyarakat harus waspada untuk selalu berjaga-jaga dan kedepan masyarakat diminta sadar lingkungan terutama yang tinggal dipingiran kali, sungai, daerah rawan longsor, karena musibah ini sudah menjadi pembelajaran dan membuka mata kita, bahwa gunung cycloop adalah jantungnya Kota dan Kabupaten Jayapura,’’ungkapnya kepada Cenderawasih Pos.
Ditambahkan, melalui peristiwa ini, Kenan juga berharap kepada Pemkot, Pemprov dan kementerian harus turun tangan, untuk menyelamatkan gunung cycloop, dimana batas gunung cycloop harus dijaga, bila perlu masyarakat yang tinggalnya dekat gunung cycloop harus direlokasi. Karena, jika ini tidak dilakukan dan memaksakan diri, mungkin setahun, dua tahun tidak apa-apa, tapi suatu saat nantinya tentu sangat berbahaya.
“Saya harap pemerintah harus tegas terhadap bangunan-bangunan yang dibangun di kemiringan, kalau memang tidak layak dibangun jangan dibuatkan IMB, sehingga toh mereka bangun pasti terjadi apa-apa Pemda disalahkan,’’ceceranya.
Diitempat terpisah, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru mengingatkan warganya untuk hidup saling menghormati. Bukan hanya sesama manusia melainkan manusia dengan alam sekitarnya. “Saling menghormati, saling menjaga. Bukan hanya menjaga hubungan baik sesama manusia, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan alam sekitar kita,” ucapnya.
Menurutnya, terjadi bencana banjir karena kurang bersahabatnya manusia dengan alam. Sebagaimana sering kita buang sampah sembarangan, menebang pohon di mana-mana, menggundulkan lahan bahkan bangun rumah sana-sini tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.
Dirinya juga mengingatkan instruksi Walikota Jayapura bahwa setiap berbelanja di toko harus membawa noken atau keranjang, artinya masyarakat jangan menggunakan kantong plastic.(dil/fia/wen)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…