Categories: METROPOLIS

Rektor Uncen Terpilih Jadi Panelis Debat Pilpres

Dr Ir Apolo Safanpo ST M,MT ( FOTO : Gamel Cepos )

JAYAPURA –  Rektor Universitas Cenderawasih, Dr Ir Apolo Safanpo ST, M.MT terpilih menjadi satu panelis debat Pilpres  yang rencananya akan dilakukan Sabtu (30/3) pekan ini.  Ini menjadi satu kebanggaan tersendiri khususnya bagi Papua mengingat bisa dibilang baru pertama kali ada perwakilan Papua yang duduk “menguji” calon pemimpin negara.  Keputusan sebagai panelis ini sesuai dengan surat KPU RI yang nomor 521/PL.02.4-SD/06/KPU/III/2019 yang ditandatangani oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman tertanggal 22 Maret  2019. 

 Rektor, Apolo Safanpo sendiri ketika dikonfirmasi tak menampik adanya permintaan tersebut dan iapun menganggap undangan atau permintaan sebagai panelis ini sebagai kepercayaan dan kebanggaan bagi Uncen.   “Ia seperti itu, kemarin menerima surat dan pak Hasyim Ashari Korwil KPU Wilayah Timur juga  menghubungi, lalu tadi malam dari Karo Humas juga menghubungi untuk ke Jakarta guna menyusun materi debat,” kata Rektor Apolo saat ditemui di Waena, Ahad (24/3). Tujuh panelis yang akan didudukkan terdiri dari 2 rektor, akademisi, praktisi dan profesional. 

 “Saya mensyukuri dan siap melaksanakan kepercayaan itu. Tapi saya tetap harus meminta masukan kepada pihak-pihak yang memiliki kompetensi,” tambahnya. Rektor Apolo menyampaikan bahwa di Indonesia ada 4700 perguruan tinggi dan 114 diantaranya  berstatus negeri dan dalam satu kesempatan hanya diambil 2 rektor sehingga ia meganggap ini satu kesempatan yang jarang. “Artinya jika dari sebanyak ini bisa ditunjuk tentunya sangat membanggakan dan saya ditunjuk bersama wakil dari UGM  dengan materi pemerintahan,  ideologi, pertahanan keamanan dan hubungan internasional,” bebernya.

 Akan tetapi dari materi debat tersebut Apolo menyampaikan bahwa ia tak bisa mempertanyakan hanya  skala Papua karena yang diuji adalah pemimpin negara. Karena berbicara dalam konteks nasional maka tidak bisa spesifik berbicara satu provinsi. Selain karena waktu yang terbatas dan calon kepala negara harus menjawab masalah negara. Bukan hanya masalah satu provinsi. “Meskipun ini sebenarnya bisa dibungkus, misal bagaimana mengelola daerah perbatasan atau daerah terluar yang secara umum akan terdampak bagi daerah lain termasuk Papua dan saya ditunjuk bukan mewakili Papua tetapi unsur akademisi,” imbuhnya.

 Apolo berharap dari pertanyaan dan materi yang dipedebatkan maupun digali akan memberi gambaran kepada masyarakat tentang bagaimana sosok pemimpin yang akan dipilihnya. “Apakah kami puas  dengan jawabannya atau tidak biarlah masyarakat atau pemilih yang menilai. Kami hanya memberikan pertanyaan dan publik yang menilai,” pungkasnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

11 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

19 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

20 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

21 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

22 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago