Wali Kota Jayapura menekankan bahwa perjuangan santri belum selesai. Tantangan masa kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan penjajahan dalam bentuk pemikiran, teknologi, dan budaya.
“Santri masa kini harus mampu mengawal kemerdekaan dengan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan yang kuat. Santri di era digital harus menjadi penjaga moral bangsa di tengah arus globalisasi, pelopor kemajuan teknologi yang beretika, serta duta perdamaian dan toleransi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran santri di Kota Jayapura yang dikenal sebagai kota multikultural. Nilai-nilai kerukunan dan toleransi, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa santri dan ulama memiliki kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial di tanah Papua.
“Saya percaya, peran santri dan para ulama di Kota Jayapura sangat besar dalam memperkuat kebersamaan serta menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda,” ungkapnya. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…