Categories: METROPOLIS

Ratusan Depot Air Minum Isi Ulang Belum Diperiksa

Dinkes Temukan Bakteri E.Coli pada Air isi Ulang

JAYAPURA– Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, memperingatkan masyarakat kota jayapura supaya benar-benar selektif dalam mengkonsumsi air isi ulang yang tersebar di kota jayapura saat ini.

   Pasalnya dari hasil uji laboratorium yang dilakukan pihaknya bersama dengan lapkesda provinsi papua,  ada sekitar 28 tempat usaha air minum isi ulang, di Kota Jayapura yang terkontaminasi Bakteri E.Coli.

“Yang tidak memenuhi syarat dari yang diperiksa itu ada 28 usaha. Yang tidak memenuhi syarat itu yang terdeteksi ada kuman E.Coli,” kata Ni Nyoman Sri Antari, belum lama ini.

Ilustrasi Bakteri E-Coli

Dikatakan, di Kota Jayapura dari data yang ada pada dinas kesehatan jumlah pengusaha air minum atau air galon sebanyak 415 usaha. Dari jumlah itu yang sudah diperiksa sebanyak 257 dan yang memenuhi syarat hanya 239, kemudian yang tidak memenuhi syarat ada 28 usaha.

Sementara yang belum diperiksa sebanyak 148 usaha. Dipastikan yang belum melakukan pemeriksaan ini karena tidak melaksanakan ketentuan untuk melakukan pemeriksaan.  Ini bisa saja terjadi karena antara pengurusan perizinan berusaha  dan kewajiban untuk pemeriksaan itu masih dilakukan secara terpisah antara jelas kesehatan dan dinas perindustrian dan perdagangan Kota Jayapura.

“Sebenarnya kalau disinergikan lagi lebih bagus lagi. Cuman kita beri edukasi kepada masyarakat.  Biasanya mereka janji misalnya akan melakukan pemeriksaan rutin tapi kenyataannya tidak.  Itu mesti yang harus disertakan untuk kita beri sanksi,” ujarnya.

Lanjut dia untuk memastikan tempat usaha isi ulang air minum yang bebas ecoli pemerintah telah menempatkan surat atau sertifikat hasil pemeriksaan yang biasanya berlaku selama enam bulan dan paling lama satu tahun.  Karena itu para konsumen atau masyarakat diminta untuk memperhatikan tempat-tempat usaha yang sudah memiliki sertifikat tersebut.

“Sertifikat itu  biasanya berlaku paling lama 6 bulan,  tapi kita toleransi kadang 1 tahun. Pemeriksaannya itu adalah kuman,  namanya E.coli dimana bakteri ini yang menyebabkan diare,”tambahnya.(roy/wen)

Grafis Depot Isi Ulang

– Jumlah Depot Isi Ulang 415 usaha

– Yang Sudah diperiksa 257 usaha

– Memenuhi Syarat 239 usaha

– Tidak memenuhi Syarat 28 usaha.

– Belum Diperiksa 148 usaha.

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

6 hours ago

Dinkes Lanny Jaya Turun Kirimkan Tim Ke 3 Distrik Yang Terdampak Hujan Es

Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…

7 hours ago

Pemprov Papua Pegunungan Minta Bantuan Pusat

Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…

8 hours ago

Bupati Keerom Lantik Ketua Baru Kwarcab Pramuka  Keerom

Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…

14 hours ago

Polres Jayapura Amankan 79 Botol Boplas di Doyo Lama

Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…

15 hours ago

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

1 day ago