Categories: METROPOLIS

Investasi Besar, Pemasukan Kurang

Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah (PD) Baniyau, Hengky Jhoku

Alasan Angkasapura 1 Belum Ambil Alih Pengelolaan Bandara Sentani

SENTANI-Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah (PD) Baniyau, Hengky Jhoku menilai, tarik ulur pengalihan pengelolaan Bandara Sentani dari Dirjen Perhubungan Udara ke PT Angkasa Pura 1, masih menemui sejumlah jalan buntu. Hal ini disebabkan perbandingan nilai investasi yang besar dari PT Angkasa Pura 1 tidak sebanding dengan nilai pemasukan yang akan diterima oleh  Angkasa Pura 1 jika benar-benar mengelola Bandara Sentani.

“Pembahasan mengenai pengalihan pengelolaan bandara ini sudah beberapa kali kami ikuti, termasuk dengan pihak KSP, masih ada sejumlah kendala sehubungan dengan pengalihan pengelolaan Bandara dari Kemenhub ke PT Angkasa Pura 1,” kata Hengky Jhoku  kepada koran ini di Sentani, Selasa (23/7).

Dia menjelaskan, rencana pengalihan pengelolaan Bandara Sentani dari Dirjen Perhubungan Udara ke pihak Angkasa Pura 1 sudah dimulai sejak 2018 setelah adanya penandatanganan MOU terkait pengalihan pengelolaan Bandara tersebut. 

Dalam beberapa kali pembahasan yang diikuti pihak perusahaan daerah PD Baniyau, PT Angkasa Pura 1 akan melakukan investasi sekitar Rp 1,6 triliun dalam kontrak kerja sama selama 30 tahun ke depan. Ada sejumlah pekerjaan besar dengan biaya yang sangat besar yang akan keluarkan oleh pihak PT Angkasa Pura 1 jika kerja sama itu mulai berlangsung.

“Kemudian mereka juga mempunyai kewajiban untuk menyetor ke kas negara sebesar Rp 10,6 miliar per tahun dengan fluktuasi kenaikan itu sekitar 3,6% pertahun,” jelasnya.

Menurutnya, dari  beberapa kali pertemuan dengan pihak pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara, kantor staf kepresidenan serta pihak Angkasa Pura 1, investasi yang dilakukan Angkasa Pura 1 itu sangat besar, di satu sisi mereka juga diharuskan membayar kewajiban-kewajiban yang sudah ditentukan.  “Sementara porsi pendapatannya hanya mengandalkan dari penumpang, ini yang menjadi kendala Angkasa Pura  menjalin kerjasama dengan pemerintah untuk   mengelola sepenuhnya  Bandara Sentani Jayapura,” paparnya.

Dia menambahkan, sumber pendapatan lain selain penumpang yang semestinya diandalkan PT Angkasa Pura yaitu cargo pengiriman barang ke pedalaman. Namun sampai saat ini, untuk cargo di Bandara Sentani ini sudah dikerjasamakan dengan PT Nayag Citra Baliem dengan durasi kontrak hingga 2023. “Tidak bisa semena-mena karena Angkasa Pura 1 sudah ada kerjasama dengan Kementerian Perhubungan kemudian bisa mengambil alih pengelolaan cargo ke pedalaman yang notabene sudah dikelola oleh perusahaan lain,” ungkapnya.  

Oleh karena itu dari dari beberapa pertemuan itu juga sempat disampaikan agar  pemerintah menahan dulu rencana kontrak  itu  1 sampai 2 tahun ke depan. Karena sudah dipastikan cukup berat bagi PT Angkasa Pura 1, apalagi jika merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 10, Tahun 2017 tentang penyelenggaraan PON 20, Tahun 2020 di Papua.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago