

Salah satu petani sagu yang sedang melalukan proses pembuatan sagu untuk di jadikan papeda di Kota Jayapura, Papua (Foto/Antara)
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua menargetkan melakukan ekspor sagu ke Jepang, Australia, dan Jerman pada 2026, sebagai upaya mendorong pengembangan komoditas lokal yang berdaya saing global.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Provinsi Papua Jimmy A.Y. Thesia di Jayapura, Sabtu, mengatakan berdasarkan data yang dihimpun, kebutuhan mitra di tiga negara tersebut sekitar dua ton.
“Sementara itu, kapasitas produksi sagu Papua dapat mencapai 13 ribu ton sehingga peluang pengembangan pasar dinilai masih sangat besar,” katanya.
Menurut Jimmy, oleh sebab itu pihaknya mengajak kerja sama yang kuat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna mengembangkan potensi sagu di Papua. “Untuk itu pada 2026, kami mulai melakukan langkah konkret untuk membuka akses pasar tersebut,” ujarnya.
Di menjelaskan skema berbagi peran, mulai dari sektor perkebunan, pertanian, perindustrian, perdagangan hingga koperasi dan UKM.
“Kami dari sisi sertifikasi, perizinan, dan legalitas UMKM, semuanya gratis tinggal bagaimana berkolaborasi bersama instansi terkait,” katanya lagi.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…