“Kita di Jayapura sekitar Rp 16 Miliar. kalau dipersentasekan sekitar 50 persen lebih dipotong. 50 persen itu digunakan untuk gaji pegawai, pemeliharaan gedung dan lainnya. Kondisi ini tidak mengurangi kita untuk melakukan kegiatan monitoring,” ungkapnya.
Sebagai informasi target intensifikasi pengawasan BBPOM di bulan suci Ramadan akan difokuskan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa, dan rusak di sarana ritel dan distribusi pangan.
Selain itu BPOM Jayapura juga akan melakukan pengawasan terhadap pangan jajanan berbuka puasa (takjil) yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya antara lain formalin, boraks, dan pewarna yang dilarang (rhodamin B dan methanyl yellow).
Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya produk pangan TMK selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, Badan POM juga akan melakukan berbagai kegiatan antara lain sosialisasi serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kebijakan ini diterapkan untuk menyesuaikan waktu konsumsi yang berpindah ke saat berbuka puasa. Menu kering…
Anggota Komisi III DPR Hasbiallah Ilyas menegaskan bahwa perintah pelaksanaan tes urine serentak bagi seluruh…
Pagi menjelang siang sekira pukul 10.30 WIT, Cenderawasih Pos menyusuri Pantai Lampu Satu Merauke. Pantai…
Namun, kebiasaan tersebut ternyata menyimpan risiko bagi kesehatan kulit, mulai dari iritasi hingga mempercepat penuaan…
Tampak sejumlah personel keamanan bersenjata lengkap merupakan unsur gabungan dari Satgas Korpasgat, Satgas Rajawali, Satgas…
Manajemen Persipura Jayapura memberikan apresiasi tinggi kepada penonton yang sangat antusias mendampingi Persipura dalam laga…