

Ilustrasi By Moh. Wahyu Welerubun.
Urgensi Kesehatan Mental Anak: Belajar dari Tragedi di Mimika
Kasus tragis yang menimpa seorang anak di Mimika baru-baru ini menjadi alarm keras bagi para orang tua. Korban dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit setelah melakukan aksi nekat mengakhiri hidup di kediamannya.
Laporan: Wahyu Welerubun
Peristiwa bermula saat korban diminta oleh ayahnya untuk belajar. Namun, korban justru mengurung diri di kamar. Tak lama kemudian, orang tua korban menemukan sang anak dalam kondisi kritis dengan leher terlilit handuk dan tergantung di rak besi.
Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawa korban tidak tertolong. Tragedi ini menyoroti betapa krusialnya menjaga kesehatan mental anak serta membangun kedekatan emosional sejak dini.
Psikolog muda di Mimika, Dwi Gilda, menjelaskan bahwa gangguan mental pada anak sering kali dipicu oleh akumulasi masalah yang tidak tersampaikan. Beberapa faktor utama meliputi: Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, ketidakharmonisan di dalam rumah tangga, tekanan ekonomi yang berdampak pada psikologis keluarga.
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…